Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Ajari Si kecil Berkuda Yuk, Tanpa Diketahui Hal Ini Bisa Saja Terjadi!


Dari Amirul Mukminin, Umar al-Faruq ibn al-Khattab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)

Hadits di atas menggambarkan betapa Rasulullah saw sangat menganjurkan agar seorang muslim berlatih memanah dan berkuda, dimana merupakan dua kegiatan yang terkait satu sama lain. Dan seorang muslim perlu memiliki semangat untuk mempelajari sunnah Rasulullah tentang salah satu dari tiga kegiatan tersebut.

Baca juga : Bukan Setan Ikut Menginap, Ternyata Fenomena "Ketindihan" dalam medis Disebabkan Hal Ini!

Untuk itulah, mengapa sangatlah baik untuk mengajarkan kegiatan tersebut kepada anak. Seperti misalnya berkuda.

Berkuda bisa jadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang anak-anak. Selain menyenangkan, menurut penelitian, berkuda ternyata bermanfaat untuk perkembangan otak anak. Para peneliti dari Tokyo University of Agriculture menemukan, menunggang kuda dengan duduk di pelana dapat mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan belajar dan memori.

Para peneliti meneliti efek dari menunggang kuda pada kinerja anak-anak. Mereka membandingkan hasil tes kemampuan otak anak-anak sebelum dan sesudah berkuda. Anak-anak yang berkuda mengalami peningkatan dalam pembelajaran, memori, dan pemecahan masalah.

Penulis studi, Profesor Mitsuaki Ohta mengatakan, gerakan panggul saat berkuda dapat memberikan rangsangan motorik dan sensorik ke tubuh manusia. Hal itu akan mengaktifkan sistem saraf simpatik di otak yang bekaitan dengan pembelajaran dan memori tadi.


Baca juga : Malas Olahraga, Berendam Saja dengan Air Panas! Benarkah Demikian?

Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Public Health ini menyimpulkan, berkuda dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak. Kegiatan berkuda dinilai dapat membuat anak lebih mudah menerima informasi saat belajar.

Manfaat berkuda yang dimaksud bukan ketika anak hanya duduk diam di atas pelana kuda. Tetapi jika anak dapat mengendarai kuda. Saat mengendarai kuda, otak akan berkoordinasi dengan gerakan kaki dan tangan. Peneliti mengklaim, rutin berkuda pun dapat membuat anak lebih cerdas dan unggul di sekolahnya.

Sungguh menakjubkan sekali bukan? Ternyata berkuda bisa membuat efek yang begitu dahsyat untuk anak.

Jangan Memaksa Cinta, Karena Tuhan Tak Memberinya Amarah, Namun Asmara!


Ketika seseorang jatuh cinta, dan pada akhirnya satu hal yang ia tahu. Cinta datang dari Yang Maha Kuasa, dimana tak ada seorang pun yang bisa menyalahkannya. Rasa cinta mendalam yang tersampaikan atau hanya cinta lewat ungkapan tanpa ada kepastian.

Baca juga : Cinta itu Makanan Jiwa, Entah Halal atau Haram, Kamu yang Menentukan!

Pun cinta merupakan misteri. Ia bisa datang kapan pun, di manapun dan berlabuh kepada siapapun yang dikehendaki hati. Perkara cinta, apa yang paling membahagiakan darinya? Tentunya ketika cinta itu terbalas dengan indah dan tulus. Ketika seseorang yang namanya ada di hati kita juga menyimpan nama kita di hatinya.

Banyak yang mengatakan jika sebenar-benarnya cinta adalah cinta yang penuh penerimaan. Mau memberi dan menerima cinta tanpa dipaksa, memaksa atau terpaksa.

"Hadiah terbesar yang dapat kamu berikan kepada orang lain, khususnya pada pasangan adalah karunia cinta tanpa syarat. Cinta yang penuh penerimaan. -Brian Tracy-

Tapi, bagaimana jika kamu menaruh cinta pada seseorang sementara dia tak ingin menerima cinta tersebut? Atau sebaliknya. Ada seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus, penuh penerimaan dan rela berkorban apapun untukmu sementara kamu tak pernah menaruh sedikit pun cinta untuknya? Kalau memang tak menemukan titik temu untuk perasaan cinta yang sedang kamu rasa, cobalah untuk lebih bisa menerima kenyataan tersebut.

Mencintai & Dicintai Meski Pada Tempatnya


Soal-menyoal cinta, ini penting dilakukan pada tempatnya. Tentunya agar bertemu kata sepakat untuk kedua orang yang sedang menjalaninya. Tak apa kamu mencintai seseorang dengan begitu besar. Tak apa kamu mencintai seseorang dari hatimu yang paling dalam. Kamu tak salah. Cinta memang terbiasa datang secara tiba-tiba dan terkadang tidak tahu tempatnya. Hanya saja, kamu tetap harus selalu berpikir logis dan jangan terlalu menggunakan hati saat mencintai.

Ketika seseorang yang sedang kamu cintai tak memiliki perasaan yang sama, dipastikan ini akan memercikkan luka di hati. Tak perlu menyalahkannya, bukankah kamu dulu yang mencintainya? Tak perlu pula menyalahkan dirimu sendiri, cukup jalani yang kamu rasa saat ini dan terus meminta tuntunan terbaik dari sang Maha Pemilik Cinta. Pasrahkan segalanya padaNya agar cintamu bisa berlabuh pada tempatnya. Tempat di mana cintamu bisa menemukan kata sepakat serta bahagia.

Cinta Hadir Bukan Karena Terpaksa


Hadirnya cinta yang sesungguhnya adalah tanpa paksaan di dalamnya. Cinta yang tulus tak akan hadir karena ia dipaksa atau memaksa. Tidak ada alasan untuk mencintai. Ketika kamu memberi cintamu untuk seseorang, kamu tak akan punya alasan kenapa kamu bisa memberikan cinta tersebut. Begitu pun saat kamu mau menerima cinta seseorang, kamu tak pernah punya alasan kenapa kamu mau menerimanya.

Kalau memang seseorang yang sedang kamu cintai tak membalas cintamu, cobalah untuk menerimanya dengan perasaan tenang dan berserah. Memaksa seseorang yang kamu cintai untuk memberikan cintanya untukmu sementara ia sama sekali tak memilikinya, ini justru akan membuatmu sakit hati. Juga, ketika kamu memaksa dirimu sendiri untuk mencintai seseorang yang sama sekali tak kamu cintai, tak hanya membuatmu sakit hati, ini juga sama saja dengan menyiksa dan melukai dirimu sendiri.


Baca juga : Berhati-hatilah, Karena Lidah Itu Senapan, Maka yang Terlontar Adalah Peluru!

Nikmati Rasa yang Ada, Bahagia & Sedih Sewajarnya


Nikmati saja rasa yang ada di hatimu. Bahagia karena cinta boleh-boleh saja. Tapi ingat, berbahagialah sewajarnya saja. Begitu pun dengan perasaan sedih karena cinta, sedihlah sewajarnya saja. Pada dasarnya, segala yang berlebihan tidak akan menuai kebaikan. Segala yang berlebihan tak jarang justru akan membuatmu merasa tertekan dan berantakan.

Saat kamu mencintai seseorang dan terlena dengan cinta tersebut, usahakan untuk tetap mengontrol diri dan memasrahkan cinta tersebut kepada sang Maha Pemilik Cinta. Biarkan Dia yang menuntunmu menemukan cinta terbaik, terindah dan paling tepat untukmu. Jangan sampai, kamu menjadi seseorang yang terlalu memaksa dan mendahului segala ketetapanNya.

Berbicara cinta, kamu tak perlu khawatir. Waktu dan rencana dariNya yang akan menjawab semuanya. Cinta yang indah dan benar-benar mengena di hati adalah cinta yang penuh penerimaan. Cinta yang murni memberi dan meminta tanpa alasan. Cinta yang murni hadir tanpa dipaksa ataupun memaksa.

Anak Bunda Sudah Sehat dan Cukup Kasih Sayang atau Belum? Yuk Kenali Bersama!


Seperti layaknya semua makhluk hidup yang hidup dan punya sebuah keluarga, apalagi yang dinamakan dengan orang tua, dimana mereka-lah yang seakan menopang sang anak untuk tetap hidup dengan mengajarkan cara bertahan hidup dan memberi contoh yang baik untuk si kecil.

Baca juga : Jangan Berlebihan, Tak Semua Orang Suka Wewangian, Ini Alasannya!

Anak bagaikan kertas putih yang jadi media orangtua untuk menuliskannya. Perilaku anak akan sesuai dengan apa yang orangtua terapkan padanya. Seperti salah satu contoh, misalnya saja seorang anak yang sehat ditandai dengan pertumbuhan yang sesuai dengan grafik, baik berat badan maupun tinggi badan.

Seorang anak akan tumbuh sesuai pola asuh? Yang pasti dari orang tuanya. Kasih sayang dan cinta orang tua mampu membentuk anak menjadi sosok yang ceria dan percaya diri.

Semua ini bisa terlihat melalui perilaku anak, apakah anak tumbuh sehat dan cukup kasih sayang? Seorang Psikolog, Elizabeth Santosa mengatakan ada ciri-ciri yang diberikan anak melalui perilakunya jika ia cukup kasih sayang.

"Dilihat dari prilakunya menyenangkan. Anaknya? merasa aman dan tidak takut," kata wanita yang karib disapa Lizzie itu di Gandaria City Mall, Kebayoran Lama.

Baca juga : Bukan Setan Ikut Menginap, Ternyata Fenomena "Ketindihan" dalam medis Disebabkan Hal Ini!

Selain itu, yang paling mudah dicermati oleh orangtua adalah mudahnya anak beradaptasi dengan lingkungannya. Ciri lainnya adalah anak anda periang dan ramah. Ia mudah sekali menyapa teman-teman sepermainannya atau teman sekolahnya.

Coba mulai sekarang perhatikan perilaku anak. Jika perilaku anak sudah seperti ciri-ciri di atas, tandanya anak cukup mendapatkan kasih sayang orang tua. Untuk itu, sudah benarkah bunda dalam memberi gizi seimbang dan kasih sayang yang cukup? Ada baiknya untuk mengajarkan kepada mereka dengan tegas namun tetap penuh dengan rasa sayang.

Jangan Berlebihan, Tak Semua Orang Suka Wewangian, Ini Alasannya!


Dalam kehidupan ini, banyak sekali hal yang beragam dan pastinya menimbulkan warna yang berbeda-beda dalam dunia. Seperti salah satu misalnya wangi dari bunga yang berbeda dengan wangi akar cemara. Aroma masakan ibu yang semerbak dan mengundang untuk makan, lain dengan bau buku usang di gudang sekolah.

Baca juga : Bukan Setan Ikut Menginap, Ternyata Fenomena "Ketindihan" dalam medis Disebabkan Hal Ini!

Mengapa kita membahas tentang bau? Karena banyak yang pastinya sudah tahu dengan berbagai macam wewangian yang ada di sekitar kita. Pun tak sedikit pula yang menggunakan wangi-wangian untuk menyamarkan bau tak sedap pada badan. Sehingga akan tercium kesegaran sepanjang hari.

Akan tetapi tahukah kamu bahwa tak semua orang menyukai wewangian? Inilah sebabnya.

Seseorang mungkin tak menyukai wangi krim kulit rekan sekerja atau parfum yang tercium samar milik penumpang kereta yang tepat berada di sebelah. Namun, bagi sebagian orang aroma wewangian lebih dari sekadar cocok atau tidak karena bisa memicu gangguan fisik. Sensitivitas pada wewangian diketahui bisa menyebabkan keluhan serius, misalnya saja menyebabkan gangguan migrain sampai sesak napas.

Dalam sebuah survei yang dilakukan pada 1.100 orang mengenai paparan produk wewangian (parfum, kosmetik, pengharum ruangan, atau pewangi cucian), terungkap apa saja keluhan yang dirasakan responden saat mencium aroma parfum.

Sepertiga responden mengatakan mengalami satu atau lebih gangguan fisik terkait produk wewangian, baik itu yang dipakai sendiri atau paparan dari tubuh orang lain. Reaksi yang paling terjadi adalah kesulitan bernapas, termasuk batuk dan sesak. Hampir 17 persen parsitipan melaporkan keluhan itu.

Sementara itu, 14 persen mengatakan mengalami hidung berair dan mata berair, 10 persen mengalami migrain, 9,5 persen menjawab mengalami gangguan kulit, seperti gatal, ruam, atau dermatitis. Reaksi fisik lainnya adalah serangan asma (7,6 persen) dan gangguan pencernaan. Hampir 5 persen responden menjawab mengalami gejala terkait saraf, misalnya pusing. Keluhan lainnya adalah sulit berkonsentrasi atau kesulitan mengingat.


Baca juga : Ini yang Bikin Gemuk, Bedakan antara Lapar Emosi dan Lapar Fisik!

"Berdasarkan studi ini sudah jelas bahwa efek kesehatan dari sensitivitas wewangian bisa terjadi mendadak, parah, dan berpotensi mengganggu," kata peneliti Anne Steinemann, PhD, dari Melbourne, Australia.

Pada orang yang menderita asma, terkadang mereka tidak berani masuk ke toilet umum atau pertokoan karena takut mencium aroma parfum yang dapat memicu asma. Jika termasuk ke dalam golongan yang sensitif pada wewangian, ada beberapa tips untuk melindungi diri. Misalnya saja mencari udara segar atau membuka jendela untuk mencari ventilasi.

Bukan Setan Ikut Menginap, Ternyata Fenomena "Ketindihan" dalam medis Disebabkan Hal Ini!


Mungkin bagi sebagian orang fenomena ketindihan atau tindihan adalah hal mistis yang alasannya belum banyak diketahui dengan pasti. namun, siapa sangka bahwa hal tersebut cukup bisa dijelaskan dalam lingkup dunia medis. Lantas, apa yang membuat kita seakan mimpi buruk dan seperti terasa nyata?

Baca juga : Ini yang Bikin Gemuk, Bedakan antara Lapar Emosi dan Lapar Fisik!

Bayangkan ini: Anda meringkuk di tempat tidur, ada cahaya masuk melalui jendela dan Anda siap untuk tertidur. Tetapi datang saat menakutkan, Anda tidak bisa bergerak. Pikiran Anda terjaga dan mata Anda bisa melihat, tapi seolah-olah tubuh Anda masih tidur.

"Fenomena ini disebut kelumpuhan tidur atau sleep paralysis. Sekitar 40 persen populasi pernah mengalami setidaknya satu episode kelumpuhan tidur," kata Clete Kushida, MD, PhD, direktur medis dari Stanford Sleep Medicine Center Redwood City, California.

Berikut informasi lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika Anda bangun dan tidak bisa bergerak.

Terjadi ketika Anda ada di antara bangun dan tidur


Kelumpuhan tidur terjadi ketika Anda berada dalam batas antara tidur dan bangun, kata Dr Kushida. Para peneliti tidak mengerti mengapa seseorang bisa terjadi kehilangan kontrol terhadap ototnya.

"Ada dugaan penyebabnya adalah peralihan dari fase rapid eye movement (REM) saat seseorang tidur dengan sangat dalam, ke fase sadar," kata Neil Kline, DO, seorang dokter ahli gangguan tidur di Lancaster, Pennsylvania dan perwakilan dari American Sleep Association.

"Selama fase tidur REM, pada dasarnya otot kita lumpuh. Sleep paralysis diyakini sebagai warisan evolusi untuk mencegah kita menyakiti diri sendiri saat kita bermimpi."

Biasanya, halusinasi ikut terlibat


Bermimpi buruk saat tidur saja sudah menakutkan. Bayangkan jika mimpi itu datang saat mata Anda terbuka. Mimpi tapi 'bangun' atau halusinasi ini terjadi pada hampir tiga perempat orang dengan kelumpuhan tidur, menurut Dr Kushida.

"Halusinasinya bisa apa saja, mulai dari merasakan ada sesuatu yang merayap di kulit, mendengar sesuatu, melihat sesuatu, atau merasa seperti ada seseorang di dalam ruang kamar, atau diri Anda seperti melayang," kata Dr. Kushida.

Kelumpuhan tidur tidak berlangsung lama


Untungnya, biasanya sleep paralysis berlalu dalam hitungan detik atau menit, ujar Dr. Kushida lagi. Namun, bagi yang mengalaminya, itu terasa seperti selamanya.


Baca juga : Petani Kendeng Semen Kaki, Tahukah Bahwa Akibatnya Bisa Seperti Ini?

Dapat terjadi pada siapa saja


"Tidak ada pengaruh jenis kelamin dalam kasus sleep paralysis," kata Dr Kushida. Umumnya, sleep paralysis dimulai pada usia remaja dan dewasa muda (20-an dan 30-an tahun) dan terus di kemudian hari, katanya. "Sleep paralysis juga dipengaruhi faktor keturunan," tambahnya.

Kurang tidur juga memainkan peran


Kelumpuhan tidur lebih sering terjadi pada orang yang kurang tidur. "Saran terbaik adalah memastikan Anda tidur cukup" kata Dr Kline.

"Rata-rata orang dewasa membutuhkan tujuh setengah sampai delapan jam tidur setiap malam," katanya.

Stres bisa jadi pemicu


Cobalah untuk menghindari stres sebanyak mungkin atau mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan stres. Hal itu akan dapat membantu mengurangi frekuensi kelumpuhan tidur, jelas Dr. Kushida.


Mungkin merupakan tanda dari gangguan tidur lain


Kelumpuhan tidur adalah gejala narkolepsi, gangguan tidur parah, yang menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari, kata Dr. Kline. Sleep paralysis juga dapat menjadi tanda bahwa Anda memiliki sleep apnea atau gangguan gerakan tungkai periodik, suatu kondisi di mana kaki Anda sering kedutan saat tidur.

Dokter spesialis gangguan tidur dapat membantu


Jika Anda mengalami kelumpuhan tidur lebih dari beberapa kali dalam setahun dan itu memengaruhi kualitas hidup Anda, sebaiknya berkonsultasi ke dokter spesialis gangguan tidur. Dokter akan membantu Anda mengatur jadwal tidur, serta memberi solusi atas keluhan tidur lainnya yang Anda alami.

"Dengan membereskan sumber masalahnya, tingkat keparahan kelumpuhan tidur akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali," kata Dr Kushida.

Ini yang Bikin Gemuk, Bedakan antara Lapar Emosi dan Lapar Fisik!


Mungkin ada banyak orang yang sering mempunyai nafsu makan yang teramat besar, hingga ingin mencicipi kudapan apa saja yang terlintas di kepala. Namun tak sedikit juga setelah makan apa yang diharapkan, malah timbul perasaan bersalah. Awas lho, bisa jadi itu lapar emosi. Apa maksudnya?

Baca juga : Bosan dan Tak Bisa Berpikir dengan Baik? Lakukan Hal Ini Saat Jam Kerja!

Seringkali, kita makan untuk memuaskan nafsu dan keinginan kita pada makanan tertentu, bukan karena kita lapar. Selain itu, kita juga ingin makan sesuatu untuk menghilangkan stress, menghilangkan kebosanan, atau untuk teman nonton film. Itulah yang disebut emotional eating. Emotional eating adalah dorongan makan yang muncul untuk memenuhi kebutuhan emosi, bukan untuk memenuhi kebutuhan fisik.

Kita memilih suatu makanan sebagai alasan untuk membuat perasaan lebih bahagia, atau menghilangkan kebosanan memang baik. Namun, jika kita menggunakan makanan sebagai jalan keluar dari masalah kita, hati-hati, kita akan terperangkap dalam siklus emotional eating yang tidak sehat, seperti yang dijelaskan oleh Naomi Ernawati Lestari, S.Psi., M.Psi, psikolog di Light House Indonesia.

Ada perbedaan yang bisa dilihat, apakah kita sedang lapar emosi atau lapar fisik. Lapar emosi biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti misalnya ingin makan di cafe yang sedang kita lewati, ingin memesan berbagai kue yang ada di depan kita. Rasa ingin makan dan lapar emosi itu ingin dipenuhi sesegera mungkin. Selain itu, menginginkan makanan tertentu.

Ingat-ingat, apakah kita sering beralasan sedang ngidam saat ingin makan sesuatu padahal kita tidak dalam kondisi hamil? Itulah salah satu tanda lapar emosi.


Baca juga : Menurut Para Ahli Hanya Buang Uang, Padahal Bergizi! Lho?

Kemudian, setelah kita membeli dan makan makanan yang kita inginkan itu, bisa saja kita masih merasa lapar dan ingin makanan yang lain. Setelahnya, lapar emosi juga membuat kita memiliki perasaan bersalah, tidak berdaya, dan malu karena telah makan.

Berbeda dengan lapar fisik yang muncul secara bertahap dan masih bisa ditahan, kita akan makan makanan yang memang menurut kita mengenyangkan. Kita juga mengontrol porsi sesuai kebutuhan kita, dan akan berhenti makan bila merasa lapar. Selain itu, lapar fisik juga tidak membuat kita merasa menyesal karena makan.

Ayo mengaku, hari ini kita makan karena lapar emosi atau lapar fisik?

Berhati-hatilah, Karena Lidah Itu Senapan, Maka yang Terlontar Adalah Peluru!


Ada yang bilang mulutmu itu harimaumu, dan yang terjadi memang ialah karena alasan lidah tak bertulang yang membuat ia mudah bergerak dan mengucapkan kata-kata. Mulai dari sebuah lantunan bacaan Al-Qur'an, ucapan yang bermakna, sampai celaan yang membuat luka.

Baca juga : Cinta itu Makanan Jiwa, Entah Halal atau Haram, Kamu yang Menentukan!

Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali kepada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia mau." (HR. Bukhari-Muslim).

Betapa banyak orang yang sukses dan disegani karena menjadi pembicara ataupun motivator. Sebaliknya, tak sedikit yang mengalami masalah besar lantaran perkataan yang keluar dari mulutnya sering sembarangan.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim harus berhati-hati sebelum berkata. Beberapa hal di bawah ini perlu kamu perhatikan sebelum menumpahkan kata-kata kepada orang lain.

1. Tidak Berkata Keji dan Mencela


Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat, dan berkata-kata keji." (HR Tirmidzi).

Hadits di atas cukup menjadi pengingat bagi kita untuk tidak membiasakan berkata keji. Belum tentu kamu lebih baik daripada orang yang kamu cela. Bisa jadi ia yang kamu cela lebih pantas menghuni surga dibandingkan kamu.


2. Pikir Dahulu Sebelum Berbicara


Sekali kata-kata buruk keluar dan menyakiti orang lain, maka kamu tidak bisa mencabutnya. Bahkan ada beberapa orang yang sulit mengikhlaskan sakit hatinya meskipun kamu sudah meminta maaf. Oleh karena itu berpikir sebelum berbicara sangat penting. Pikirkan dahulu apakah perkataanmu benar atau salah. Jika benar pikirkan juga apakah menyakiti orang lain atau tidak.

Meskipun kamu mendapat informasi yang benar sekalipun, kamu tak pantas menyampaikan semua yang kamu dengar. Kamu harus memilah mana yang pantas dikatakan dan mana yang tidak pantas dikatakan. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar." (HR. Muslim).

3. Sekali Bohong Akan Selalu Bohong


Jika kamu sekali berbohong, maka kamu akan melakukan kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupi kebohonganmu yang pertama. Kamu seakan masuk ke dalam lingkaran kebohongan dan semakin sulit keluar darinya. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari kebohongan. Pegang teguh kejujuran meskipun itu pahit dan tidak mudah.

4. Jangan Debat Kusir


Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya." (HR Abu Daud).


Baca juga : Wahai Wanita, Jangan Menjual Rambutmu Sembarangan, Ini Akibatnya Jika Kamu Tahu!

Debat kusir adalah debat yang tidak memberikan manfaat. Menang tidak mendapatkan apa-apa dan kalah hanya akan sakit hati. Jika ada orang yang mengajakmu berdebat segeralah menghindar. Adab berbicara ini juga berlaku di sosial media. Jangan asal update status dan share informasi yang belum terbukti kebenarannya.

5. Hindari Ghibah


Kamu sudah sering mendengar bahwa membicarakan aib saudaramu sama saja dengan memakan bangkai saudaramu sendiri. Tentu kamu tidak akan suka memakan bangkai saudaramu. Oleh karena itu hindarilah ghibah. Biasanya kaum hawa yang paling banyak melakukan ghibah.

Jika memang kamu kesulitan menghindar dari pembicaraan yang demikian, hindarilah lingkungan yang suka membicarakan aib orang lain. Hindari juga menonton acara infotainment yang membicarakan keburukan artis. Selain menumpuk catatan dosa, kamu hanya membuang waktu menonton acara yang tidak bermanfaat.

Menjadi sebuah kesimpulan, seseorang yang ingin hidup dengan damai hanya karena sebuah ucapan. Maka jagalah lidah, jaga hati dan pikiran pula. Sehingga apapun yang dilakukan semata-mata hanya mengharap ridha dari Allah SWT agar semua berjalan dengan baik dan kita semua digolongkan ke dalam orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.

Cinta itu Makanan Jiwa, Entah Halal atau Haram, Kamu yang Menentukan!


Apa yang seseorang ketahui tentang cinta? Mungkin bagi banyak orang, cinta merupakan ketertarikan antara satu individu dengan yang lain, dimana pada akhirnya mereka akan saling membutuhkan dan terikat untuk tetap bersama. Seperti roti lapis dengan isian coklat didalamnya bukan? Sangat lengket.

Baca juga : Wahai Wanita, Jangan Menjual Rambutmu Sembarangan, Ini Akibatnya Jika Kamu Tahu!

Benar, cinta itu seperti makanan yang diperlukan saat kita lapar. Menolak makanan yang enak, segar, dan sehat adalah sebuah penyiksaan dan menzalimi diri sendiri. Mengambil makanan yang kotor, busuk, dan mendatangkan penyakit serta mudharat juga sesuatu yang boleh mengundang murkaNya. Ketika seseorang memiliki keinginan untuk makan itu, makan ini, apakah dia salah? Lihatlah, keinginan itu tidak salah, yang salah adalah ketika bagaimana dia mengekspresikan keinginannya.

Jika dengan cara dia memasak sendiri, atau mencari uang lewat pekerjaan yang halal untuk membeli makanan itu, atau mengusahakan sendiri dengan bercucuk tanam dan seumpamanya, itu sesuatu yang sangat mulia, bahkan Dia redhai dengan ganjaran yang sungguh luar biasa. Tapi, jika ia mendapatkannya dengan mencuri, atau melakukan kerja-kerja yang haram, dia sedang mengundang murka Allah terhadap dirinya.

Demikianlah cinta, saat jiwa lapar, cinta itu datang layaknya sebuah makanan, dan saat ini, iman, emosi, dan akal akan saling beradu memain peran, mereka berargumen dan saling menejelaskan satu sama lain tentang jalan terbaik untuk mendapatkan 'makanan' itu.

Lihatlah apa yang kuat, ia lah yang menang.


Bila yang kotor yang menang, maka kotorlah nilai cinta itu, bila yang suci yang menang, maka sucilah nilai cinta itu. Perasaan dan keinginan tidak salah, yang salah adalah reaksi dan respon kita terhadap perasaan dan keinginan itu.

HARAM, apakah ia menginginkan sebuah perzinaan dan hanya cinta semu sebagai pemuas nafsu.

HALAL, jika seseorang itu meyakini untuk hubungan ke arah pernikahan dan menjauhi zina sebelum terikat di hadapan Allah SWT?

Satu hal yang kita tahu, tak semua makanan yang kita inginkan akan kita dapatkan, walaupun keinginan itu benar-benar wujud dan kuat. Cinta, tidak salah, jalan-jalan mendapatkan cinta, itulah yang menentukan ia salah atau benar, ia mengundang redha atau murka Allah.

Semoga kita mengelola 'cinta' dengan acuan yang sudah Dia sediakan lewat risalah-Nya.


Oh ya, jangan menyiksa diri ketika kau tak mendapatkan makanan yang kau inginkan, masih banyak makanan yang halal dan boleh kau dapatkan dengan jalan yang halal. Jangan sampai kau dapatkan yang haram atau dengan jalan yang haram hanya kerana ingin menghilangkan rasa laparmu, demi memenuhi keinginanmu terhadap makanan itu.


Baca juga : Yuk Berhijab Cantik A la Selebgram Nesa Aqila, "Gausah Takut Tua Karena Hijab!"

Untuk apa kau kenyang sedang murka Allah menyertaimu? Pilihlah untuk kenyang dengan ridha-Nya. Hidupmu akan berkah dan selalu dalam naungan rahmat-Nya. Makanlah makanan itu dengan ikhlas sekalipun jika ia bukan makanan yang kau inginkan, ia tetap bisa mengenyangkanmu, yang penting Dia redha dan tidak murka kepadamu, itulah yang lebih nikmat melebihi apapun.

Namun, jika kau diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mendapatkan makanan itu, sesukar apapun, semahal apapun, sajauh manapun ia berada, silahkan, kau berhak memenuhi keinginanmu, asal kau pilih dan jaga jalan-jalan dan haluan yang ingin kau gunakan untuk mendapatkannya, jangan sampai menghilangkan barokah dan mengundang murka-Nya pula.

Wahai Wanita, Jangan Menjual Rambutmu Sembarangan, Ini Akibatnya Jika Kamu Tahu!


Rambut merupakan mahkota manusia yang mampu membuat seseorang menjadi terlihat lebih segar dan masuk ke dalam salah satu aurat yang wajib ditutupi bagi kaum wanita. Mulai dari rambut yang pendek hingga panjang, rambut tersebut bisa diatur sedemikian rupa agar terlihat indah. Namun jika dirasa cukup mengganggu, bisa saja dipotong dengan membawanya ke salon terdekat.

Baca juga : Yuk Berhijab Cantik A la Selebgram Nesa Aqila, "Gausah Takut Tua Karena Hijab!"

Setelah potong rambut di salon, kemana kah bekas rambut yang dipotong tersebut? Mungkin ada sebagai bagian dari kita yang membawa bekas rambut tersebut dan ada juga yang meninggalkannya di salon tersebut. Kemanakah bekas potongan rambut yang tidak dibawa pemilik itu? Apakah dijual? Atau dibuang?

Lalu kalau dijual bagaimana hukumnya dalam Islam?


ولا يجوز بيع شعور الإنسان، ولا الانتفاع بها؛ لأن الآدمي مكرم لا مبتذل، فلا يجوز أن يكون شيء من أجزائه مهانًا ومبتذلاً

Tidak boleh memperdagangkan rambut manusia, atau memanfaatkannya. Karena manusia itu dimuliakan dan tidak boleh dihinakan. Karena itu, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang dihinakan atau diremehkan,” (al-Inayah Syarh al-Hidayah, 9/136).

Kemudian dalam Syarh Mukhtashar Khalil—kitab Madzhab Maliki—dinyatakan,

تنبيه: سئل مالك عن بيع الشعر الذي يحلق من رؤوس الناس؟ فكرهه

Catatan, Imam Malik ditanya tentang hukum menjual rambut hasil cukur seseorang? Dan beliau membencinya. (Syarh Mukhtashar Khalil, 1/83).

An-Nawawi dalam al-Majmu’—syafi’iyah—mengatakan,

ما لا يجوز بيعه متصلاً لا يجوز بيعه منفصلاً، كشعر الآدمي

Sesuatu yang tidak boleh dijual ketika masih menempel, juga tidak boleh dijual setelah terpisah, seperti rambut. (alMajmu’ Syarh Muhadzab, 9/254).


Baca juga : Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!

Kemudian al-Buhuti dalam Kasyaf al-Qana’—kitab hambali—mengatakan,

ولا يجوز استعمال شعر الآدمي مع الحكم بطهارته لحرمته، أي احترامه

Tidak boleh memanfaatkan rambut manusia, meskipun statusnya suci. Karena manusia itu mulia. (Kasyaf al-Qana’, 1/57). Allahu a’lam.

Oleh karena itulah, ada baiknya untuk tak memperjual belikan rambut manusia, atau misalnya saja yang biasa diberikan alasan untuk membuat wig menjadi lebih natural dan lembut dengan rambut asli. Semoga kita selalu diberikan ampunan oleh Allah SWt, sehingga menjadi orang yang sadar akan nikmat dari-Nya dan menjaga diri dari hal-hal yang bisa menimbulkan dosa.

Yuk Berhijab Cantik A la Selebgram Nesa Aqila, "Gausah Takut Tua Karena Hijab!"


Sebagai umat muslim yang dianjurkan untuk menutup auratnya agar tak menimbulkan keburukan dari godaan setan, maka salah satu anjuran bagi setiap wanita muslim untuk menutup aurat mereka dari atas kepala hingga ujung kaki, terkecuali bagian-bagian yang tidak apa-apa untuk dibuka.

Baca juga : Hendak Rujuk Namun Ragu Bagaimana Pandangan Islam? Simak Ini Baik-baik!

Semakin berkembangnya zaman, dulu cara menutup aurat yang dianggap sangat kuno dan tak bisa masuk dalam mode fashion, ternyata sudah dijawab di era sekarang ini yang membuat bentuk penutup aurat, atau yang biasa dikenal dengan busana muslim dan hijab, menjadi semakin berwarna.

Di Indonesia sendiri juga sudah mulai banyak yang memutuskan untuk mengenakan jilbab setiap hari. Meski sudah ada niatan, namun beberapa muslimah lainnya ada yang masih merasa takut atau khawatir mengenakan jilbab.

Padahal mengenakan jilbab sesungguhnya bukan batasan atau pun penghalang. Menurut selebgram Nesa Aqila, tak perlu khawatir untuk memakai jilbab di usia muda. Nesa menekankan, perasaan takut atau khawatir terlihat kuno dan aneh saat memakai jilbab bukan menjadi alasan. Pasalnya, kini sudah banyak sumber yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam berbusana.

Senada juga diungkapkan oleh desainer busana muslim Jenahara Nasution. Menurutnya, penting untuk meyakinkan diri dalam mengenakan hijab agar tetap istiqamah ke depannya.


Baca juga : Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!

Menurut aku, jangan takut pakai hijab tetapi yang penting harus yakin dulu jangan sampai hari ini pakai, next day buka. Makanya mengerti dulu kenapa aku harus pakai hijab, mengerti value-value ke depannya agar lebih istiqamah,” saran Jenahara melalui akun YouTube pribadinya.

Perihal gaya busana dan hijab yang diaplikasikan, memang banyak hijabers pemula yang merasa kesulitan dan kebingungan dalam memadumadankan gaya. Nesa Aqila juga menyarankan agar mereka bisa memperbanyak teman yang sudah mengenakan jilbab.

So, jangan takut terlihat kuno dan tua saat mengenakan hijab. Justeru dengan tatanan yang apik dan islami akan memancarkan keindahan dan kecantikan yang luar biasa dari luar dan dari dalam dirimu. Ayo berubah menjadi lebih baik.

Hendak Rujuk Namun Ragu Bagaimana Pandangan Islam? Simak Ini Baik-baik!


Menjadi pasangan suami istri, selain membutuhkan kesiapan mental dan materi yang cukup, juga haruslah menyiapkan tiang pendirian yang kokoh untuk diniatkan bersama hingga maut memisahkan. Karena bukan hanya menyatukan dua hati dan insan manusia saja, namun juga dua keluarga besar yang sebelumnya saling tak mengetahui satu sama lain.

Baca juga : Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!

Namun begitu masih banyak orang yang melakukan hal tersebut dengan dalih sudah tak tahan dengan perilaku yang lain. Sudah banyak yang berpisah dan meninggalkan luka dan amarah, sehingga setiap kali ditanya tentang si dia yang telah jauh, maka yang ada tinggal kenangan pahit saja.

Perceraian adalah sebuah tingkah laku seorang suami istri yang dibolehkan namun sangat dibenci oleh Allah Swt. Namun pada persoalan perceraian ini ada solusi untuk memperbaikinya, yaitu dengan cara rujuk. Tapi bagaimanakah tata cara rujuk yang benar?

Rujuk tidak ada aturan harus didepan penghulu, tidak pula diharuskan ada dua orang saksi, akan tetapi disunahkan mengdatangkan saksi ketika rujuk, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً) سورة الطلاق: 2)

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.” SQ. At-Talaq: 2.


Baca juga : Apakah Allah Membenciku, Sehingga Wajahku Buruk Rupa?

Sang isteri pun jika ingin dirujuk tidak harus ada di rumah sang suami, bisa juga diluar rumah atau pun di rumah keluarga sang isteri.

Karena itu, jika Anda telah mengatakan kepada isteri Anda, engkau saya rujuk, maka rujuknya dianggap sah, maka dia menjadi isteri Anda kembali. Kecuali jika talaknya berdasarkan imbalan, yaitu dia membayar sejumlah uang tertentu kepada Anda, atau dia tidak menuntut harta yang menjadi haknya dari Anda, maka itu dianggap khulu’, atau talaq ba’in, maka dia tidak dapat kembali kepada Anda kecuali dengan akad baru dan mahar baru.

Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!


Siapa sih yang tak ingin cantik? Semua orang khususnya wanita ingin agar wajah dan tubuh mereka terlihat molek dengabn paras yang rupawan. Namun, banyak sekali orang di era sekarang ini yang menginginkan kecantikan dengan jalan yang cukup menantang. Seperti misalnya saja diet ketat, permak wajah, hingga yang paling mengerikan adalah melakukan operasi plastik.

Padahal Islam telah menunjukkan cara yang mudah lho untuk tetap mempunyai paras cantik nan apik. Bagaimana caranya?

Baca juga : Apakah Allah Membenciku, Sehingga Wajahku Buruk Rupa?

Islam memandang bahwa wanita dikatakan cantik bukan karena parasnya yang ayu. Bukan juga wajah putihnya yang bersinar menyilaukan mata. Karena kecantikan yang dilihat secara fisik hanya akan bertahan sementara. Dan itu hanyalah kecantikan dunia yang fana.

Cantik bukanlah berasal dari luar, melainkan dari dalam jiwa. Kecantikan tersebut akan terpancar pada saat wanita muslim melakukan ibadah berikut. Apa saja ibadah tersebut?

1. Dzikir


Dzikir adalah kegiatan mengingat Allah SWT dengan lafadz-lafadz. Tidak dipungkiri bahwa ibadah ini akan memunculkan ketenangan jiwa. Hal ini pun sudah dijelaskan dalam Alquran. Bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan terasa tentram.

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” . (QS. Ar Ra’d : 28)

2. Wudhu


Wudhu adalah langkah pertama dalam melakukan ibadah. Dengan berwudhu maka tubuh akan terbebas dari kotoran dan juga najis yang tak terlihat oleh mata. Tak hanya itu, dalam segi kesehatan banyak penelitian yang membuktikan bahwa wudhu memiliki banyak manfaat. Pada hari kiamat nanti  Nabi Muhammad bisa mengenali umatnya karena ada bekas wudhu.

Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“ (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Puasa


Jika kaum barat mengenal istilah diet dalam kehidupannya, maka islam telah mengenal istilah serupa dengan sebutan puasa. Bedanya, puasa merupakan suatu ibadah yang bernilai pahala. Dan puasa berkali-kali lebih baik dari diet, selain menyehatkan badan puasa juga bisa menjadi penangkal diri dari nafsu dan syahwat, serta amarah dan mengendalikan emosi.

4. Salat Tahajud


Saat sebagian orang tertidur pulas dan seorang muslim bersujud dalam tahajudnya, maka saat itu Allah swt membuat wajahnya berseri-seri.

Barangsiapa banyak mengerjakan shalat di malam hari, wajahnya akan berseri di pagi hari” . (HR. Ibnu Majah)


Baca juga : Bagaimana Kita Hanya Duduk Diam, Sementara Semua Terus Berlalu, Sadarkah?

5. Zakat dan Sedekah


Zakat dan sedekah sama dengan mengeluarkan harta kita untuk orang lain. Hal ini menghindarkan muslimah dari kecintaannya terhadap duniawi. Orang yang cinta dunia akan lebih cepat stres memikirkan apa yang bisa dibeli lagi, bagaimana menyimpan uang agar menjadi banyak, memikirkan barang-barang milik tetangga yang harganya lebih mahal.

Keseluruhan rangkaian ibadah tersebut jika dilakukan akan memberikan kecantikan yang hakiki pada jiwa seorang wanita muslim. Sehingga bukan hanya cantik dari luar saja, namun karena memperbaiki diri dari dalam yang membuat kecantikan menjadi terpancar kuat dan indah lewat sebuah ketulusan.

Apakah Allah Membenciku, Sehingga Wajahku Buruk Rupa?


Pernah aku membayangkan, bagaimana jika wajahku sangatlah rupawan dan mampu memikat hati banyak orang. Layaknya public figure yang berlalu-lalang di kaca televisi, dimana banyak orang yang akan menoleh dua kali padaku berkat pesona wajahku.

Bukan untuk pamer tentu saja, namun terkadang menjadi sebuah pertanyaan, mengapa mereka yang terlihat rupawan bisa sampai seakan sempurana meskipun tertidur dengan mulut menganga sekalipun? "Apakah mungkin Tuhan tengah tersenyum saat menciptakan mereka?"

Baca juga : Bagaimana Kita Hanya Duduk Diam, Sementara Semua Terus Berlalu, Sadarkah?

"Atau hanya saja nasibku yang mempunyai wajah tak serupawan mereka, serta apakah Allah membenciku?"

Mungkin bagi sebagian orang yang merasa dirinya tak sebegitu cantik atau tampan, ketahuilah terlebih dahulu bahwa rupawan atau sebaliknya sama seperti sehat dan sakit, kaya dan miskin, sukses dan gagal, semua itu adalah rizki dari Allah kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan hikmah, rahmat dan karunia-Nya.

Semua bentuk pemberian Allah tersebut bukan berarti menjadi bukti cinta Allah kepadanya, begitu juga sebaliknya, yaitu; tidak berarti yang tidak diberi menunjukkan bahwa Allah benci dan murka kepadanya. Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman:

( فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِي * وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِي * كَلا بَل لا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ * وَلا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ * وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلا لَمًّا * وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا ) الفجر/15-20 .

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.


Baca juga : Karena Sabar Itu Marah yang Tertunda, Maka Mengalahlah

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS. Al Fajr: 15-20).

Oleh karenanya, kita patut bersyukur dengan segala apa yang Allah berikan tanpa syarat apapun. Jadi, masihkah kita meragukan apa yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita semua? Ingatlah bahwa nikmat Tuhan manakah yang bisa kita dustakan, tidak ada bukan?

Semoga kita menjadi seseorang yang beriman dari hari ke hari dan selalu bersyukur setiap saat.

Bagaimana Kita Hanya Duduk Diam, Sementara Semua Terus Berlalu, Sadarkah?


Karena waktu tak pernah berjalan mundur, air mengalir pun tak bisa berbalik arah ke hulu. Oleh karena itu, setiap pribadi di dunia ini akan terus berusaha untuk mengejar apa yang dia inginkan. Terlebih lagi jika ada seseorang yang sudah satu langkah lebih dulu dari dirinya.

Baca juga : Karena Sabar Itu Marah yang Tertunda, Maka Mengalahlah

Seperti pada ulasan berikut, sebuah kisah inspiratif dari seorang wanita yang menyarankan kepada kita semua, untuk terus bergerak dan tak berjalan di tempat, sementara semua berlalu dengan cepat.

“Wah, si itu sudah menikah.”

“Eh, si dia sudah punya dua anak.”

“Keren ya, mereka sudah pada lanjut kuliah S2.”

“Nggak nyangka, kariernya si dia makin bersinar saja.”

Ladies, pernah nggak kamu membanding-bandingkan dirimu dengan teman atau orang lain? Tak bisa dipungkiri kalau perubahan akan terus terjadi dalam hidup. Masing-masing orang berjalan di atas pilihannya sendiri. Nasib dan takdir pun akan bakal berbeda satu sama lain.

Hingga pada suatu titik kita merasa bahwa semuanya berjalan terlalu cepat. Sementara kita? Kita masih saja jalan di tempat. Masih melakukan hal yang itu-itu saja. Tidak ada (atau lebih tepatnya belum ada) perubahan yang signifikan. Malah rasanya segalanya jadi mulai terasa membosankan. Ah, kalau sudah begini apa yang harus kita lakukan?

Keluar dari Zona Nyaman dan Melakukan Sesuatu yang Baru


Mungkin ini memang saatnya kita keluar dari zona nyaman. Lalu melakukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang memberi warna baru dalam hidup. Sampai kapan mau jalan di tempat? Sementara yang lain sudah makin melesat dengan kehidupannya masing-masing. Pastinya kita akan merasa takut dan cemas. Keluar dari zona nyaman artinya mengambil risiko yang baru. Sudah siapkah kita menghadapi risiko itu nantinya?

“The mystery of human existence lies not in just staying alive, but in finding something to live for.” -  Fyodor Dostoyevsky, The Brothers Karamazov 

Terlalu Sering Membanding-Bandingkan Diri dengan Orang Lain Cuma Bikin Tambah Galau


Ngaku deh berapa waktu yang sudah kita habiskan di media sosial dan stalking akun teman atau orang lain? Berapa banyak waktu yang terbuang untuk membandingkan diri dengan orang lain? Dan apa yang kita dapat dari semua itu? Makin galau atau justru tambah termotivasi melakukan sesuatu? Bagaimana pun seringkali rumput tetangga terlihat lebih hijau daripada rumput di kebun sendiri. Bakal nggak sehat kalau lebih sibuk memperhatikan hidup orang lain. Lebih baik fokus sama hidup sendiri saja.

“The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.” - Ralph Waldo Emerson 

Temukan Tujuan Hidupmu yang Seutuhnya


Baca juga : Lantaran Tak Berharga, Jangan Sampai Kamu Membuat Orang Lain Menunggu!

Sungguh ini pertanyaan sulit. “Apa tujuan hidupmu?” Pertanyaan yang satu ini mudah sekali dilontarkan. Tapi mencari jawabannya bisa bikin bingung sendiri. Mulai dulu dari apa yang ingin kamu raih di hidup ini. Kemampuan dan potensi apa yang sekiranya bisa kamu gunakan untuk menjadikan hidupmu ini istimewa. Juga, nantinya kalau kamu sudah tua, kira-kira apa yang bakal membuatmu terus tersenyum dan tak menyesali semua yang terlewat.

Oleh karena itu, ayo kita jadikan hidup kita lebih baik lagi. Tak perlu gampang iri dengan kehidupan orang lain. Siapa tahu orang-orang tersebut sebenarnya telah melewati ujian yang panjang hingga bisa sesukses sekarang. Hanya saja mereka tak mengeluh. Keep up your fighting spirit!

Karena Sabar Itu Marah yang Tertunda, Maka Mengalahlah


"Jangan bikin emosi terus dong, sabar itu ada batasnya!, harus sabar.. harus sabar"

Sering seperti itu? Mungkin bagi kebanyakan orang kata sabar adalah sebuah mantra yang membuat si empunya diam dan dingin dari luar, namun layaknya menyimpan lahar panas yang meletup-letup siap untuk diledakkan.

Baca juga : Lantaran Tak Berharga, Jangan Sampai Kamu Membuat Orang Lain Menunggu!

Sabar, ah mudah sekali mengucapkannya tapi sulit sekali untuk benar-benar mencoba melakukannya. Kita lebih mudah terpancing emosi saat menghadapi masalah. Rasanya nggak tahan kalau nggak langsung ngomel saat berada di sebuah situasi yang bikin kita nggak nyaman.

Tapi kadang marah-marah juga nggak menyelesaikan apapun. Adakalanya kita perlu lebih bersabar. Nggak langsung marah-marah tapi lebih bijak dalam menjaga sikap dengan mengalah. Mengalah? Aduh, itu kan nggak gue banget? Oh well,kadang dengan mengalah kita bisa membuat situasi jadi lebih kondusif.

Mengalah Nggak Bikin Kita Jadi Pengecut


Kamu bukan pengecut kok saat memilih untuk mengalah. Justru di sini kamu bisa menunjukkan kekuatan sabarmu yang sesungguhnya. Kamu lebih milih untuk mundur sejenak, menunggu situasi lebih kondusif, mengumpulkan energi dan tenaga, baru "menghajar" yang jelas salah. Sikap dan tindakanmu juga akan lebih terarah saat pikiran sudah jernih kembali.

Untuk Jadi Sabar Itu Jelas Butuh Perjuangan


Nggak semua orang bisa sabar. Nggak semua orang bisa selalu sabar dalam menghadapi sebuah situasi. Apalagi jika situasi yang dihadapi itu berhubungan dengan orang-orang yang suka ngeyel dan menang sendiri, kalau kita tak menggunakan akal sehat kita maka semua bisa runyam nggak karuan. Masalah kecil bisa jadi besar kalau nggak ada yang berusaha untuk sabar dan mengalah.

Kebanyakan Orang yang Bisa Mengalah Itu yang Benar-Benar Bijaksana


Bijak dan dewasanya dirimu ditentukan dan bisa dinilai dari caramu bersikap saat menghadapi sebuah masalah. Kalau ada satu masalah sudah panik dan hilang akal sehat, bagaimana bisa cari jalan keluarnya? Kalau muncul sebuah konflik tapi langsung marah-marah, nantinya masalah jadi makin rumit dan susah diselesaikan. Kebanyakan cuma orang yang benar-benar bijak saja yang tahu kapan saat mengalah dan kapan saat untuk benar-benar bertindak menyelesaikan masalah.


Baca juga : Ketika Hidup Kita yang Menjalani, dan Orang Lain yang Berkomentar

Mengalah bisa jadi bagian terpenting dalam usaha menyelesaikan sebuah masalah. Apalagi kalau masalah itu melibatkan orang-orang yang susah diatur dan kekanak-kanakkan, kita memang perlu bersikap lebih dewasa dengan meningkatkan level kesabaran kita.

So,bisakah kamu jadi orang sabar yang lebih memilih mengalah untuk sesaat meski ada peluang untuk marah-marah? Setiap orang punya caranya sendiri dalam menyikapi sebuah permasalahan dan semoga kita tak salah melangkah saat berusaha menyelesaikan sebuah kerumitan masalah.

Lantaran Tak Berharga, Jangan Sampai Kamu Membuat Orang Lain Menunggu!


Menunggu itu adalah pekerjaan yang paling membosankan, yang mana setiap orang tak akan mau menunggu terlalu lama meskipun itu demi hal yang ia sukai. Bukan hanya tenaga yang terbuang percuma. Namun juga waktu, dimana waktu yang disia-sikan untuk menunggu tanpa kepastian tersebut bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan yang jutaan kali lebih berguna.

Baca juga : Ketika Hidup Kita yang Menjalani, dan Orang Lain yang Berkomentar

Kamu pun pasti tau kan bahwasanya menunggu itu adalah hal yang paling membosankan. Kamu juga tidak suka kan kalau kamu menunggu sesuatu. Apalagi kalau yang kamu tunggu tidak kunjung datang. Kalau kamu sudah tau gimana rasanya menunggu terus dan tidak suka saat menunggu sesuatu.

Maka setidaknya jangan membuat orang lain menunggumu. Apalagi jika kamu memang sengaja membuat dia menunggu. Percayalah tidak ada orang yang ingin menunggu jika dia tidak benar-benar dan sungguh dalam suatu hal.

Kalau Orang Lain Yang Nungguin Kamu, Malah Kamu Biasa Aja Tidak Merasa Bersalah Dan Terkadang Malah Sengaja


Coba kalau kamu yang lagi nungguin sesutau, udah pasti kamu bakalan mudah sebel dan bete. Nah kalau orang lain yang nungguin kamu sampek lama gitu terus kenapa kamu malah biasa aja. Gak merasa bersalah, atau malah kamu emang sengaja ya bikin dia itu nungguin kamu. Gak usah keterlaluan gitu deh jadi orang, jangan sengaja ngebuat orang lain nungguin kamu.

Kalau Kamu Tidak Suka Saat Menunggu Sesuatu, Lantas Kenapa Kamu Malah Membiarkan Orang Lain Menunggumu


Yang heran itu ketika kamu sendiri paling tidak suka kalau disuruh menunggu. Tapi kamu malah paling suka kalau orang lain nungguin kamu. Malah kamu sengaja buat dia nungguian kamu. Terus kenapa kamu malah membiarkan orang lain nungguin kamu lam, sedangkan kamu sendiri paling tidak suka kalau kamu nunggu, apalagi kalau nungguin lama.

Seharusnya Kalau Kamu Tidak Suka Menunggu Suatu Hal, Maka Jangan Membuat Orang Lain Menunggumu


Gimana ceritanya seseorang yang paling tidak suka kalau dirinya menunggu dan dibuat menungu. Tetapi malah dialah orang yang paling tega buat ngelakuian hal yang semesntinya tidak ia lakukan. Seharusnya kalau kamu tidak suka menunggu suatu hal. Maka jangan membuat orang lain menunggumu dan jangan membiarkan orang lain menunggu. Seharusnya sih gitu, tetapi buktinya malah sengaja biar orang lain menunggu.

Setidaknya Kamu Juga Tau Bagaimana Rasanya Menunggu Itu, Jadi Bagaimana Mungkin Kamu Dengan Sengaja Membiarkan Dia Menunggumu


Menunggu itu gak enak dan sangat membosankan kan. Terus yang kamu lakukan itu apa, malah sengaja buat orang lain menunggu. Setidaknya kalau kamu sudah tau bagaimana rasanya menunggu, kamu tidak akan membuat orang lain menunggumu. Jadi bagaimana mungkin kamu dengan sengaja membiarkan dia terus menunggumu. Jangan sengaja membuat orang lain menunggumu jika tidak ingin orang lain sengaja membuat kamu menunggu juga.


Baca juga : Batalkah Shalat Wanita Jika Nampak Sehelai Rambutnya?

Kalau Kamu Tidak Suka Menunggu, Orang Lainpun Tidak Menyukainya Juga. Maka Jangan Biarkan Membuat Orang Lain Menunggumu


Kamu kira cuma kamu yang tidak suka menunggu. Orang lain pun sama, ia juga gak suka kalau dirinya nunngu apalagi jika kalau nunggunya karena disengaja. Bisa marah kalau dengan sengaja ngebuat orang lain nungguin kamu. Kalau kamu tidak suka menunggu, orang lain pun sama, tidak menyukai juga.maka jangan biarkan orang lain menunggumu.

Ketika Hidup Kita yang Menjalani, dan Orang Lain yang Berkomentar


Kehidupan merupakan sebuah perjuangan dan bagaimana kita dalam menentukan pilihan yang akan kita ambil. Seperti sebuah anggapan bahwa seorang bayi manusia akan terlahir dengan tangan menggenggam dimana itulah harapan manusia untuk bisa menggenggam duni di tangannya, sehingga apa pun yang diinginkan bisa terpenuhi.

Ya begitulah hidup, meskipun ada banyak hal yang kamu inginkan. Banyak hal yang ingin kita dapatkan. Silahkan berusaha meweujudkannya, silahkan terus berusaha untuk mendapatkannya.

Baca juga : Meskipun Terasa Aneh, Inilah Suratku untuk Kalian yang Selalu Menungguku Pulang

Namun ketahui pula, bahwa kita harus tau bahwa setiap apapun yang kita inginkan dan apapun yang ada didalam hidup kita itu tidak pernah terlepas dari pengawasan tuhan. Kita boleh bermimpi mendapatkan segala hal yang kita inginkan tetapi kita tidak boleh lupa bahwa tuhan yang menentukan hidup kita. Ketika kita tidak dapat mendapatkannya itulah ketentuan tuhan yang harus kita jalani.

Karena Tuhan akan mengganti apa yang belum di dapat dengan yang lebih baik


Apapun yang menurut kita baik belum tentu menurut tuhan baik untuk kita. Dan semua yang kita inginkan maunya terkabul semua tanpa terkecuali. Namanya juga manusia, semua yang diinginkan udah pasti sesuia dengan harapannya dan terkabul.

Tetapi adakalanya tuhan tidak mengabulkan harapan kita, bahkan terkadang kita sering kecewa dan sedih karena apa yang kita inginkan tidak tercapai. Tetapi dibalik semua itu tuhan pasti menggantikan dengan hal yang lebih baik dari yang kita inginkan, meskipun kita belum mengetahuinya.

Karena Tuhan sudah menentukan, tinggal kita yang menjalani


Ingat bahwa semua yang kita jalani didalam hidup kita itu adalah tidak terlepas dari ketentuannya. Satupun yang kita jalani dalam hidup tidak lepas dari kehendak tuhan. Kita sebagai manusia hanya dituntut untuk selalu berusaha dan berdoa tetapi tuhanlah yang nentuin. Meski terkadang kita tidak menginginkannya, tetapi itulah ketentuan dari tuhan yang harus kita jalani dengan sabar dan ikhlas.

Memang terkadang berat, namun Tuhan hanya ingin kita untuk bersabar


Yang namanya hidup itu gak semua hal yang kita inginkan akan tercapai. Bahkan terkadang justru banyak hal yang tidak kita inginkan yang terjadi kepada kita. Entah itu maslah, kesedihan dan semua hal tentang kita tidak inginkan tetapi terjadi didalam hidup kita. Meskipun kita tidak menginginkannya, tetapi kita dituntut untuk menjalani garis takdir yang telah tuhan berikan kepada kita.

Karena Hanya Tuhanlah Yang Tahu Mana Yang Baik Dan Yang Tidak Baik Buat Kita. Jadi Kita Hanya Terus Menjalaninya Dengan Sabar Dan Ikhlas

Jangan mencela dan tak menerima, Tuhan itu tau apa yang terbaik


Sekalipun kita sangat menginginkannya kalau Tuhan berkehendak tidak, maka apapun itu tidak akan pernah terjadi didalam hidup kita. Karena tuhan yang maha tau siapa tau yang kita inginkan malah tidak baik buat kita, makanya tuhan tidak mengabulkannya.

Setalah kita tau bahwa apa yang kita inginkan tidak tercapai, tidak perlau menggerutu, tidak perlu marah dan sedih yang berlebihan. Ingatlah bahwa tuhan yang maha tau segala hal yang baik dan yang tidak untuk kita, dan tidak pantas marah kepada tuhan yang justru ingin menggantikan hal yang lebih baik untuk kita,


Baca juga : Tinggalkan Dia yang Menyakitimu, Hidup Tak Harus Berpaku, Tetaplah Maju!

Namanya juga hidup, kita yang menjalani dan orang lain yang berkomentar 


Satu hal yang perlu kita ketahui, apapun yang kita lakukan udah pasti bakalan banyak yang berkomentar. Bahkan meskipun yang kita lakukan baik sekalipun orang lain pasti masih membicarakan kita yang tidak baik. Sekalipun jadi orang baik bakalan banyak orang yang benci dan yang gak suka sama kita.

Begitulah hidup, tuhan yang nentuin, kita yang jalanin dan orang lain yang ngometarin. Tetapi selama kamu berbuat baik dan menjadi orang yang baik. Tetaplah menjadi orang yang baik dan berbuat baik, tidak perlu mendengarkan komentar mereka.

Karena Meskipun Mewah, Dapurmu Tak Seindah Milik Rasulullah


Zaman dahulu dan sekarang yang jelas berbeda, dimana sekarang teknologi sudah maju dan banyak benda canggih nan apik untuk pelengkap rumah. Mulai dari televisi yang mengisi ruang keluarga, kamar tidur yang lengkap dengan teknologi masa kini, sampai dapur yang rapi dengan peralatan memasak yang memadai.

Lantas mengapa dapur kita bisa jadi tak seindah dapur Rasulullah?


Dalam sebuah buku yang berjudul ‘The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History’, karya Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad ﷺ sebagai tokoh nomor satu yang paling berpengaruh sepanjang sejarah.


Baca juga : Karena Orang Tua Kita Tak Bertambah Muda, Jangan Biarkan Hati Mereka Hampa!

Dialah Muhammad SAW, satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa. Baik dalam lingkup keyakinan (agama) ataupun perihal duniawi.” kata Michael Hart dalam bukunya.

Rasulullah ﷺ adalah sebaik-baiknya tauladan manusia dalam mengarungi lautan kehidupan yang fana ini. Dan kemuliaan kekasih Allah tersebut tercermin dari sifatnya yang senantiasa menampilkan kesederhanaan.

Pada suatu kisah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ hanya tidur beralaskan daun kurma, tubuhnya berbaring di tempat tidur yang tidak mewah sedikitpun. Bahkan dalam beberapa waktu, dapur Rasulullah ﷺ sering kali tidak pernah terlihat ‘mengepul’ asap. Dan gambaran rumah Rasulullah SAW tersebut tergambar dalam hadits berikut ini.

Abu Hurairah menuturkan, “Adakalanya sampai berbulan-bulan berlalu, namun di rumah Rasulullah tidak ada satupun lampu yang menyala, dapurnya pun tidak mengepul. Jika ada minyak, maka beliau jadikan sebagai makanan. Seringkali beliau tidur malam sedang keluarganya bolik-balik di atas tempat pembaringan karena kelaparan, tidak ada makan malam. Makanan mereka biasanya hanya roti yang terbuat dari gandum yang kasar.” (HR. Tarmidzi).

Dalam riwayat lainnya, Aisyah radhiallahu anha menuturkan, “Sering kali kami melewati masa hingga 40 hari, sedang di rumah kami tidak pernah ada lampu yang menyala dan dapur kami tidak pernah mengepul. Maka orang yang mendengarnya bertanya, ‘Jadi apa yang kalian makan untuk bertahan hidup?’ Aisyah menjawab, “Kurma dan air saja, itu pun jika dapat.”(HR. Ahmad).

Bahkan pada suatu ketika Rasulullah SAW pernah menahan rasa laparnya yang teramat kuat dengan sebuah batu yang diikatkan pada perutnya sebagai pengganjal.


Baca juga : Sering Tertimpa Hal Ini Saat Terburu-buru? Salah Sendiri Berteman dengan Setan!

Ibnu Bujair berkata, “Pada suatu hari Rasulullah pernah merasa sangat lapar. Lalu beliau mengambil batu dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau bersabda, ‘Betapa banyak orang yang memilih makanan yang lembut di dunia ini kelak dia akan menjadi lapar dan telanjang pada hari kiamat!.”

Dan alasan kesderhanaan Nabi Muhammad SAW tersebut hanyalah untuk kepentingan umatnya yang pertama. Bukan tidak mampu beliau mencukupi segala kebutuhannya dengan hal mewah Rasulullah ﷺ adalah pedagang yang ulung- namun segala yang Rasulullah ﷺ miliki semata-mata diutamakan hanya untuk kepentingan umatnya.

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi, Ummul mukminin menuturkan, “Rasulullah tidak pernah kenyang tiga hari berturut-turut. Sebenarnya jika kita mau, kita bisa kenyang, akan tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang lapar daripada dirinya sendiri.

Oleh karena itu, kesimpulan yang bisa diambil adalah, sudah bersyukurkah kita hari ini ketika hendak masuk ke dapur dan mengambil makanan? Sudah ingatkah kita kepada Sang Pemberi rezeki yang akan kita makan? Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi hari ini, esok, dan nanti.

6 Hal Kecil yang Membuat Anda dan Pasangan Bahagia


Banyak hal yang dapat membuat Anda dan pasangan bahagia. Sebaliknya, banyak juga hal yang membuat Anda dan pasangan menjadi kurang harmonis. berikut adalah 6 hal kecil yang dapat Anda dan pasangan Anda lakukan agar hubungan percintaan Anda lebih harmonis dan bahagia:

BACA JUGA : Rumah Tangga Bahagia Bukan Dilihat Dari Seberapa Besar Gaji Suami, Tapi Seberapa Besar Tanggung Jawab Suami

1. Pelukan dan dekapan


Pelukan yang tulus memiliki pengaruh yang besar. Pelukan itu menghangatkan dan mengalirkan berjuta energi positif terhadap pikiran, jiwa, dan perasaan Anda. Pelukan membuat Anda merasa dicintai seutuhnya tanpa syarat apapun yang harus Anda penuhi.

2. Mengekspresikan rasa cinta Anda secara lisan


Anda perlu sesekali untuk menuangkan rasa cinta Anda secara verbal. Kata-kata memiliki kuasa yang kuat. Dengan demikian, pasangan Anda merasa lebih yakin terhadap cinta Anda dan membuatnya tenang dan bahagia.

3. Memberikan pujian


Pujian yang tulus lahir dari hati Anda akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi pasangan Anda. Lakukan hal ini sesekali dengan setulus-tulusnya, maka pasangan Anda kan merasa lebih dihargai, dianggap, dihormati, dan dibutuhkan.

4. Pergi bersama secara random


Anda dapat melakukan kencan kecil pada hari-hari yang tidak Anda rencanakan sebelumnya. Akan banyak hal-hal kecil yang Anda rasakan sebagai letupan kebahagian dari hubungan percintaan Anda. Anda dan pasangan akan menjadi lebih dekat dan mengenal satu sama lain.

5. Menjadi pendengar yang baik


Anda dapat menjadi pendengar yang baik. Ketika pasangan Anda membagikan kisahnya, sikap mendengarkan Anda akan membuatnya semakin terpikat mencintai Anda lebih dalam lagi.

BACA JUGA : Pasangan "Abadi" Ini Getarkan Medsos

6. Memberikan hadiah kecil


Dengan memberikan kejutan atau hadiah kecil seperti ini, Anda dan pasangan dapat menjadi lebih dekat dan merasa dicintai. Lakukan sesekali tanpa perlu mengeluarkan anggaran yang besar. Lakukan dengan sederhana agar membuat pasangan merasa bahagia dan diperhatikan.

Inilah Alasannya Kenapa Usia Pernikahan Diawal 5 Tahunan Itu Adalah Masa Yang Berat



Sahabat, mengapa banyak penelitian mengungkapkan bahwa 5 tahun awal pernikahan merupakan masa terberat dalam sebuah rumah tangga? Inilah beberapa alasannya:


1. Sulit beradaptasi dengan pasangan

Kebiasaan-kebiasaan yang berbeda biasanya menjadi pemicu konflik di antara pasutri. Misalnya kebiasaan pasangan menaruh barang sembarangan, kebiasaan pasangan tidur mendengkur, menaruh botol kosong dalam kulkas, menghidupkan lampu di saat tidur, makan dengan cara berdecak dan berisik, bahkan hal sepele pun bisa menjadi sumber ketidaknyamanan di tahun awal pernikahan.

2. Masalah keuangan

Pasca pesta pernikahan, biasanya tabungan sudah menipis, bahkan ada juga yang perlu membayar utang, hal ini menyebabkan pasutri merasa stress dan sensitif. Kebanyakan uang merupakan penyebab pertikaian terbesar dalam rumah tangga.

Buatlah proritas keuangan dan perencanaan untuk mengurangi masalah ini. Pikirkan mengenai anggaran tiap bulannya, tabungan, tunjangan kesehatan, juga investasi untuk pendidikan anak.

3. Ekspetasi berlebih

Banyak yang merasa berat di awal pernikahan karena terlanjur memiliki ekspektasi berlebih sebelum menikah.

BACA JUGA : Lakukanlah 9 Tips Berikut Ini Apabila Ingin Mempunyai Anak Yang Cerdas

Bagi laki-laki, menikah berarti ada yang menyediakan makanan sebelum berangkat kerja dan setelah pulang kerja. Ada yang memberikan pijatan ketika lelah. Ada senyuman manis tiap kali bangun tidur dan sesaat sebelum tidur.

Bagi perempuan, menikah berarti ada yang memberi uang jajan tiap bulan. Ada teman yang mau mendengarkan segala curhat dan keluhan. Ada yang memuji segala yang dilakukan.

Ketika ekspektasi ini tidak terwujud, maka timbul kekecewaan, bahkan bisa jadi pertengkaran yang menyebabkan masalah dalam rumah tangga.

4. Sukar melepaskan gaya hidup lajang

Kebiasaan hang out bareng teman-teman, beli pernak-pernik lucu yang sebenarnya tidak penting, menghamburkan uang gaji untuk senang-senang, sulit move on dari gaya hidup semasa lajang tentu saja bisa menjadi salah satu penyebab seseorang merasa tahun awal pernikahan begitu berat.

Kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa mandiri, menghadapi kerasnya kehidupan, biasanya pernikahan justru menjadi berkah luar biasa karena pintu rezeki seakan terbuka lebar.

5. Masalah Mertua dan ipar

Masalah mertua dan ipar juga menjadi faktor terasa beratnya kehidupan awal pernikahan. Tentu saja hal ini dapat diantisipasi dengan belajar menjadi menantu yang mampu merendahkan hati dan merebut hati mertua sejak sebelum pernikahan berlangsung.

7. Masalah Seks

Setelah uang, masalah yang paling umum lainnya adalah seks. Oleh karena itu, bersikap terbuka dan mendiskusikan mengenai apa yang diinginkan baik oleh diri sendiri maupun pasangan dalam hal seks. Ketika kehidupan seks bahagia, makan kehidupan rumah tangga juga akan bahagia.

Demikian beberapa alasan mengapa 5 tahun awal pernikahan merupakan masa-masa terberat yang perlu dilalui para pasutri hingga mencapai kebahagiaan. Semoga bermanfaat.