Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Zakir Naik Sebut "Pemilih Pemimpin Non Muslim " itu Munafik, Saat Menjawab Wanita Murtad Ini di Bandung

Ada kejadian menarik dimana seorang hadirin menanyakan pendapat Zakir Naik perihal "Dia Bangun Mesjid Tapi dia tidak Solat", Dan Jawaban Zakir Naik sangat Cerdas.

Wanita bernama Sofi dalam acara sesi Tanya Jawab Dr Zakir Naik di Bandung Minggu 2 April 2017, Menanyakan sebagai berikut.



"Nama Saya Sofi dari Jakarta, saya hadir di sini Spesial untuk Anda (Dr Zakir Naik). Berdasarkan Pilkada di Indonesia, apa yang terjadi di sini adalah, Apakah dakwah atau pengrusakan saat Anda megumpulkan massa dan mengarahkan mereka untuk TIDAK memilih pemimpin kafir, meskipun orang tersebut sudah terbukti bekerja dengan sangat bagus membangun negara dan kota."

"Apakah dakwah atau pengrusakan, saat Anda meminta masyarakat menutup mata dan telinga atas bukti nyata kinerja pemimpin kafir yang Luar Biasa tersebut? Jadi dimana letak Toleransinya jika seperti itu?"

Tanya saudari Sofie sembari menambahkan informasi bahwa dirinya terlahir di keluarga muslim dan ber KTP Islam, namun dia tidak mempercayai agama apapun.

Dan di awal Dr Zakir Naik menjawab "Bahwa seorang muslim dilarang memilih pemimpin kafir, meskipun sudah membangun infrastruktur yang baik"

"Pemimpin kafir ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga bersikap baik dengan menghapus kemiskinan dan membangun masjid, lebih banyak masjid dan lebih banyak masjid" ujar saudari sofie menambahkan keterangannya.

Dan seraya langsung dijawab oleh Zakir Naik "Munafik, Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi dia sendiri tidak sholat, Munafik"

Kemudian Dr Zakir Naik dengan tenang melanjutkan jawabannya:

"Di Al-Quran (Al-Maidah 51) disebutkan kata Aulia, yang pada konteksnya tidak selalu pemimpin namun, Kata Pemimpin termasuk dalam terjemahan kata Aulia dan pada konteks yang dimaksud ayat tersebut Aulia juga bisa diartikan sebagai pemimpin." Ujar Dr Zakir Naik.

Dan janganlah sekali-kali kamu (umat muslim) menjadikan mereka (non-Muslim) sebagai Aulia. Dan jika kamu melakukannya maka kamu termasuk dalam golongan mereka" Ujar Dr Zakir Naik mengutip terjemahan bebas dari Surat Al Maidah 51.

"Dan saat kita menterjemahkan Al-Quran, tafsir terbaik adalah dengan merujuk pada Al-Quran itu sendiri, kemudian baru merujuk pada tafsir dari hadist shahih.

Dalam ayat lain Allah memerintahkan Umat Islam agar selalu berbuat baik pada Non-Muslim (Kafir), Tapi Allah mengecualikan satu hal, Kalian Umat Islam yang beriman Jangan memilih Non-Muslim (Kafir) sebagai Aulia, teman sejati, penolong, pemimpin.

Jika ada dua pilihan pemimpin, yang satu kafir dan yang satu muslim, kemudian kita sebagai muslim memilih pemimpin kafir, maka pertolongan Allah tidak akan datang." Ujar Dr Zakir Naik.

Zakir Naik Menilai Muslim Yang Memilih Pemimpin Kafir Sebagai Muslim Yang Tidak Taat karena Meninggalkan Al-Quran

Zakir Naik melanjutkan bahwa "Itulah Perintah Allah, dan Perintah ini bukan ditujukan untuk Non-Muslim, Jadi Non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti perintah ini.

Namun perintah ini ditujukan kepada Muslim yang percaya kepada Al-Quran." Ujar Dr Zakir Naik yang diikuti dengan pertanyaan

"Apakah saudari percaya kepada Al-Quran?"

Nampak saudari Sofie ragu untuk menjawab pertanyaan Dr Zakir Naik tersebut.

"Jika saudari tidak percaya dengan kebenaran Al-Quran maka perintah tersebut BUKAN untuk Anda (Larangan memilih pemimpin muslim dalam surat Al-Maidah 51),

Dan Anda sudah menanyakan sesuatu yang kebenaran jawabannya tidak mungkin Anda yakini (karena bersumber dari Al-Quran)" Sanggah Dr Zakir Naik.

"Dan saya tahu di Indonesia banyak orang mempunyai nama Islam di KTP namun berkelakuan tidak islami. Perintah di Surat Al-Maidah 51 ditujukan kepada Umat Muslim yang betul-betul berkelakuan islam (bukan munafik)"

"Jadi sebaik apapun orang tersebut untuk dijadikan pemimpin, Jika tidak sesuai dengan perintah Al-Quran, Maka kita sebagai seorang muslim yang taat, akan meninggalkannya." Sanggah Zakir Naik seraya menyindir orang-orang yang mendukung pemimpin kafir dan meninggalkan perintah Al-Quran,



Sumber : http://www.bohitek.com

Ajari Si kecil Berkuda Yuk, Tanpa Diketahui Hal Ini Bisa Saja Terjadi!


Dari Amirul Mukminin, Umar al-Faruq ibn al-Khattab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)

Hadits di atas menggambarkan betapa Rasulullah saw sangat menganjurkan agar seorang muslim berlatih memanah dan berkuda, dimana merupakan dua kegiatan yang terkait satu sama lain. Dan seorang muslim perlu memiliki semangat untuk mempelajari sunnah Rasulullah tentang salah satu dari tiga kegiatan tersebut.

Baca juga : Bukan Setan Ikut Menginap, Ternyata Fenomena "Ketindihan" dalam medis Disebabkan Hal Ini!

Untuk itulah, mengapa sangatlah baik untuk mengajarkan kegiatan tersebut kepada anak. Seperti misalnya berkuda.

Berkuda bisa jadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang anak-anak. Selain menyenangkan, menurut penelitian, berkuda ternyata bermanfaat untuk perkembangan otak anak. Para peneliti dari Tokyo University of Agriculture menemukan, menunggang kuda dengan duduk di pelana dapat mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan belajar dan memori.

Para peneliti meneliti efek dari menunggang kuda pada kinerja anak-anak. Mereka membandingkan hasil tes kemampuan otak anak-anak sebelum dan sesudah berkuda. Anak-anak yang berkuda mengalami peningkatan dalam pembelajaran, memori, dan pemecahan masalah.

Penulis studi, Profesor Mitsuaki Ohta mengatakan, gerakan panggul saat berkuda dapat memberikan rangsangan motorik dan sensorik ke tubuh manusia. Hal itu akan mengaktifkan sistem saraf simpatik di otak yang bekaitan dengan pembelajaran dan memori tadi.


Baca juga : Malas Olahraga, Berendam Saja dengan Air Panas! Benarkah Demikian?

Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Public Health ini menyimpulkan, berkuda dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak. Kegiatan berkuda dinilai dapat membuat anak lebih mudah menerima informasi saat belajar.

Manfaat berkuda yang dimaksud bukan ketika anak hanya duduk diam di atas pelana kuda. Tetapi jika anak dapat mengendarai kuda. Saat mengendarai kuda, otak akan berkoordinasi dengan gerakan kaki dan tangan. Peneliti mengklaim, rutin berkuda pun dapat membuat anak lebih cerdas dan unggul di sekolahnya.

Sungguh menakjubkan sekali bukan? Ternyata berkuda bisa membuat efek yang begitu dahsyat untuk anak.

Jangan Memaksa Cinta, Karena Tuhan Tak Memberinya Amarah, Namun Asmara!


Ketika seseorang jatuh cinta, dan pada akhirnya satu hal yang ia tahu. Cinta datang dari Yang Maha Kuasa, dimana tak ada seorang pun yang bisa menyalahkannya. Rasa cinta mendalam yang tersampaikan atau hanya cinta lewat ungkapan tanpa ada kepastian.

Baca juga : Cinta itu Makanan Jiwa, Entah Halal atau Haram, Kamu yang Menentukan!

Pun cinta merupakan misteri. Ia bisa datang kapan pun, di manapun dan berlabuh kepada siapapun yang dikehendaki hati. Perkara cinta, apa yang paling membahagiakan darinya? Tentunya ketika cinta itu terbalas dengan indah dan tulus. Ketika seseorang yang namanya ada di hati kita juga menyimpan nama kita di hatinya.

Banyak yang mengatakan jika sebenar-benarnya cinta adalah cinta yang penuh penerimaan. Mau memberi dan menerima cinta tanpa dipaksa, memaksa atau terpaksa.

"Hadiah terbesar yang dapat kamu berikan kepada orang lain, khususnya pada pasangan adalah karunia cinta tanpa syarat. Cinta yang penuh penerimaan. -Brian Tracy-

Tapi, bagaimana jika kamu menaruh cinta pada seseorang sementara dia tak ingin menerima cinta tersebut? Atau sebaliknya. Ada seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus, penuh penerimaan dan rela berkorban apapun untukmu sementara kamu tak pernah menaruh sedikit pun cinta untuknya? Kalau memang tak menemukan titik temu untuk perasaan cinta yang sedang kamu rasa, cobalah untuk lebih bisa menerima kenyataan tersebut.

Mencintai & Dicintai Meski Pada Tempatnya


Soal-menyoal cinta, ini penting dilakukan pada tempatnya. Tentunya agar bertemu kata sepakat untuk kedua orang yang sedang menjalaninya. Tak apa kamu mencintai seseorang dengan begitu besar. Tak apa kamu mencintai seseorang dari hatimu yang paling dalam. Kamu tak salah. Cinta memang terbiasa datang secara tiba-tiba dan terkadang tidak tahu tempatnya. Hanya saja, kamu tetap harus selalu berpikir logis dan jangan terlalu menggunakan hati saat mencintai.

Ketika seseorang yang sedang kamu cintai tak memiliki perasaan yang sama, dipastikan ini akan memercikkan luka di hati. Tak perlu menyalahkannya, bukankah kamu dulu yang mencintainya? Tak perlu pula menyalahkan dirimu sendiri, cukup jalani yang kamu rasa saat ini dan terus meminta tuntunan terbaik dari sang Maha Pemilik Cinta. Pasrahkan segalanya padaNya agar cintamu bisa berlabuh pada tempatnya. Tempat di mana cintamu bisa menemukan kata sepakat serta bahagia.

Cinta Hadir Bukan Karena Terpaksa


Hadirnya cinta yang sesungguhnya adalah tanpa paksaan di dalamnya. Cinta yang tulus tak akan hadir karena ia dipaksa atau memaksa. Tidak ada alasan untuk mencintai. Ketika kamu memberi cintamu untuk seseorang, kamu tak akan punya alasan kenapa kamu bisa memberikan cinta tersebut. Begitu pun saat kamu mau menerima cinta seseorang, kamu tak pernah punya alasan kenapa kamu mau menerimanya.

Kalau memang seseorang yang sedang kamu cintai tak membalas cintamu, cobalah untuk menerimanya dengan perasaan tenang dan berserah. Memaksa seseorang yang kamu cintai untuk memberikan cintanya untukmu sementara ia sama sekali tak memilikinya, ini justru akan membuatmu sakit hati. Juga, ketika kamu memaksa dirimu sendiri untuk mencintai seseorang yang sama sekali tak kamu cintai, tak hanya membuatmu sakit hati, ini juga sama saja dengan menyiksa dan melukai dirimu sendiri.


Baca juga : Berhati-hatilah, Karena Lidah Itu Senapan, Maka yang Terlontar Adalah Peluru!

Nikmati Rasa yang Ada, Bahagia & Sedih Sewajarnya


Nikmati saja rasa yang ada di hatimu. Bahagia karena cinta boleh-boleh saja. Tapi ingat, berbahagialah sewajarnya saja. Begitu pun dengan perasaan sedih karena cinta, sedihlah sewajarnya saja. Pada dasarnya, segala yang berlebihan tidak akan menuai kebaikan. Segala yang berlebihan tak jarang justru akan membuatmu merasa tertekan dan berantakan.

Saat kamu mencintai seseorang dan terlena dengan cinta tersebut, usahakan untuk tetap mengontrol diri dan memasrahkan cinta tersebut kepada sang Maha Pemilik Cinta. Biarkan Dia yang menuntunmu menemukan cinta terbaik, terindah dan paling tepat untukmu. Jangan sampai, kamu menjadi seseorang yang terlalu memaksa dan mendahului segala ketetapanNya.

Berbicara cinta, kamu tak perlu khawatir. Waktu dan rencana dariNya yang akan menjawab semuanya. Cinta yang indah dan benar-benar mengena di hati adalah cinta yang penuh penerimaan. Cinta yang murni memberi dan meminta tanpa alasan. Cinta yang murni hadir tanpa dipaksa ataupun memaksa.

Poles Rumah Tapi Lebaran Masih Jauh? Eits, Ini Rahasianya!


Memasuki bulan Rajab, kemudian Syaban, dan akhirnya bulan Ramadhan akan dinanti oleh setiap umat muslim. Bukan hanya ketiga bulan indah tersebut, namun bulan setelahnya dimana menempatkan sebuah hari yang disakralkan oleh umat Islam di seluruh dunia. Benar sekali, itulah Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga : Tanpa Disadari, Area "Biasa" di Dapur Ini Menyimpan Ancaman Mengerikan!

Namun, ada yang unik dari kebiasaan masyarakat Indonesia, dimana setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat rela menghabiskan banyak uang untuk membenahi, merenovasi, atau sekedar mengganti tampilan rumah agar terkesan lebih "segar".

Padahal, merenovasi secara "dadakan" hasilnya belum tentu maksimal dan membuang banyak uang. Belum lagi bila ternyata kualitas pengerjaannya buruk dan perlu pengulangan. Jika ditarik  "akar masalahnya", umumnya pemilik ingin merenovasi interior rumah lantaran beberapa alasan. Contohnya, kebosanan pada warna dinding, warna dinding sudah pudar, atau adanya rembesan air dari luar.

Sebenarnya, memperoleh "dinding baru" untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut tak perlu harus merenovasi secara dadakan. Pemilik hanya perlu menggantinya dengan papan gipsum.

System Development Representative PT Petrojaya Boral Plasterboad Suwarso mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga-keluarga Indonesia setiap tahun sebenarnya bisa dikurangi dengan penggunaan gipsum. Terutama untuk mengganti penutup dinding dan partisi di dalam rumah. Hari Raya tahun merupakan momentum yang pas memiliki "dinding baru" dari lapisan papan gipsum.

Jika sejak awal pembangunan rumah, pemilik sudah memutuskan untuk menggunakan pelapis dinding dari papan gipsum, waktu dan tenaga bisa dihemat selama proses pembangunan berlangsung. Pasalnya, papan gipsum tidak membutuhkan plamir dan resting seperti tembok batu bata pada umumnya. Setelah berdiri, pemilik rumah dapat segera melapisi papan gipsum  dengan cat atau wallpaper.

"Cat (yang lama) tidak perlu dikerok. Paling tidak, hanya butuh campuran cat yang lebih kental agar dasar warna cat sebelumnya tidak terlihat. Malah, jika dikerok akan merusak tekstur gipsum. Gipsum sendiri tidak perlu diplamir. Langsung pasang, kemudian dicat," ujar Suwarso kepada laman Kompas.

Untuk menyelesaikan masalah kebosanan, pengguna partisi atau dinding berlapis gipsum hanya perlu menyiapkan dan mengaplikasikan cat baru. Sebaiknya, tidak melapisi papan gipsum yang telah dicat dengan wallpaper karena perekat wallpaper akan "mengikat" permukaan cat, bukan permukaan gipsum. Wallpaper akan mudah terkelupas. Sementara, untuk masalah rembes, dapat diselesaikan dengan drywall masonry atau sistem pelapis dinding batu.


Baca juga : Sering Alami Gangguan Tidur? Mungkin Cat Kamarmu Butuh Perubahan!

"Tak kalah penting, menyiasati akibat musim penghujan. Sering terjadi rembes dan cat jadi rusak. Kami ada solusi, yaitu lapisi dengan drywall masonry," lanjut Suwarso.

Konsepnya sederhana, yaitu menutup dinding rembes dengan gipsum. Berikan jarak antara dinding dan gipsum sekitar 2 sentimeter, agar air rembes tidak mengenai dinding gipsum. Sebelum dinding dipasang, lakukan instalasi atas penyangga papan gipsum. Pemasangan papan gipsum harus dibuat "mengambang" atau tidak menyentuh lantai. Pemberian jarak 1 sentimeter  dari permukaan lantai bertujuan agar air menggenang tidak sampai membasahi gipsum.

Nah, bagaimana, sudah siap menyambut sanak saudara dan tamu saat lebaran tiba? Ayo siapkan rumah yang penuh kebahagiaan dan penuhi dengan kesan yang baru di hari yang Fitri.

Potong Bulu Kemaluan Bukan Hanya Sunnah, Karena ini Akibatnya Jika Tidak Dipotong


Pinterest.com

“Sepuluh perkara yang merupakan fithrah: merapikan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh ruas jari-jemari (ketika berwudhu), mencabut rambut ketiak, mencukur rambut kemaluan, dan istinja`(membersihkan kemaluan setelah buang air”. Salah seorang rawi hadits ini berkata, “Saya lupa yang kesepuluh, (tapi saya menduga bahwa yang kesepuluh adalah berkumur-kumur ketika berwudhu),” (HR. Muslim).

Apakah rambut yang tumbuh di sekitar daerah pribadi merupakan sesuatu yang penting dalam hubungan suami istri? Dari hadits di atas kita tahu ternyata mencukur rambut kemaluan adalah salah satu dari menjaga kebersihan diri, hadits ini hadir tentunya bukan tanpa alasan.

Kenapa harus mencukur rambut kemaluan? Menurut catatan medis sendiri, mencukur rambut kemaluan itu mutlak bagi siapapun karena akan dapat mempersempit pertumbuhan bakteri pada sekitar kemaluan. Selain itu rambut kemaluan yang pendek membuat kulit kemaluan jadi lebih sensitif saat menerima rangs*ngan dan sentuhan dari pasangan sah dan juga mengurangi bau tidak sedap.

Rambut kemaluan memiliki dua fungsi yaitu secara biologis dan sosial. Secara biologis, rambut-rambut yang tersembunyi pada perempuan berfungsi melindungi jaringan vulva yang lembut, dan mempertahankan suhu organ reproduksi tetap normal. Secara sosial, rambut kemaluan sering dipandang sebagai simbol kewanitaan yaitu seorang wanita dewasa memiliki rambut kemaluan yang membedakannya dari gadis kecil biasa.

Berapa lama dibiarkan tumbuh?
Secara umum pertumbuhan rambut kemaluan akan terhenti setelah 2 bulan, jadi rambut yang sudah panjang tidak akan bertambah panjang walaupun tidak dicukur. Jika pada rambut kemaluan yang panjang tersebut tidak terjaga kebersihannya maka akan menimbulkan pertumbuhan bakteri yang sangat mengganggu. Jadi untuk alasan kesehatan dan kebersihan lebih baik bila dibersihkan secara berkala. Tapi akan sangat sulit jika rambut kemaluan kita panjang karena meskipun sudah dibersihkan dengan sabun khusus organ pribadi ditakutkan masih ada bakteri membandel yang nempel di setiap helai rambut kemaluan.

Maka dari itu lebih baik jika kita mencukurnya. Cara mencukur rambut kemaluan bisa dengan alat cukur, mencabut, menggunting, laser, obat penghilang rambut, wax, atau teknik elektrolisa. Yang harus kita ingat, dalam Islam kemaluan itu merupakan salah satu aurat yang mesti dijaga dari orang-orang yang bukan muhrimnya jadi dalam mencukur rambut kemaluan hendaknya dilakukan oleh diri sendiri atau oleh suami atau istri.

Istilah dari mencukur rambut kemaluan adalah istihdad yang disebutkan dengan lafadz: حَلْقُ الْعَانَةِ (mencukur ‘anah). Pengertian ‘anah adalah rambut yang tumbuh di atas kemaluan dan sekitarnya.

Tujuan dari istihdad ini disyariatkan bagi wanita sebagaimana ditunjukkan dalam hadits “Pelan-pelanlah, jangan tergesa-gesa (untuk masuk ke rumah kalian) hingga kalian masuk di waktu malam –yakni waktu Isya’– agar para istri yang ditinggalkan sempat menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut dan sempat beristihdad (mencukur rambut kemaluan)” (HR. Al-Bukhari no. 5245 dan Muslim). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata kepada Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma: “Apabila engkau telah masuk ke negerimu (sepulang dari bepergian/safar) maka janganlah engkau masuk menemui istrimu hingga ia sempat beristihdad dan menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut,” (HR. Al-Bukhari no. 5246).

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Kata Raja Salman Tentang Masjid Istiqlal!


Siapa yang tak mengenal raja Arab yang sekaligus menjaga dua kota suci umat muslim ini? Benar beliau adalah Raja Arab Saudi Salman Abdulazis Al-Saud yang beberapa waktu lalu mengunjungi Indonesia untuk hubungan bilateral antar dua negara dan berlibur di Bali setelah kunjungan kenegaraannya tersebut.

Baca juga : Jadi Ikon Baru Semarang, Masjid Bahtera Nabi Nuh Ini Bikin Pikiran Jadi Melayang!

Tahukah bahwa ada hal menarik yang terlintas selain banyaknya kemewahan yang diboyong oleh beliau ke negara kita ini?

Jejak kedatangannya ke Indonesia pada Rabu beberapa waktu lalu, yakni (1/3/2017), Raja Salman telah melakukan beberapa agendanya di Tanah Air. Selain mengunjungi Istana Bogor, Raja Salman juga menyempatkan diri untuk shalat sunnah dua rakaat tahiyatul masjid di Masjid Istiqlal pada Kamis (2/3/2017).

Dalam kesempatan itu juga Raja Arab Saudi Salman Abdulazis Al-Saud memberikan pernyataannya terkait peranan Masjid Istiqlal. Raja Salman mengatakan bahwa peranan Masjid Istiqlal sangat strategis dalam menjaga kemurnian kitab suci Al-Quran dan penyebaran kebudayaan Islam.

Pertama, Masjid Istiqlal memiliki peran strategis dalam menjaga kemurnian Al Quran dan penyebaran kebudayaan Islam,” ujar Kepala Bagian Protokoler dan Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abd Salam saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, seperti dikutip Antara Jumat (3/3/2017).

Raja Salman juga mengatakan bahwa kondisi Masjid Istiqlal yang terbesar se-Asia Tenggara, membuatnya bisa menjadi pusat dakwah Islam di wilayah itu.


Baca juga : Kunjungan Raja Salman ke Indonesia, 5 Faktanya Bikin Dunia Menganga!

Raja Salman mengatakan Masjid Istiqlal sangat megah dan besar serta sebagai pusat dakwah di Asia Tenggara. Terakhir, beliau sangat terima kasih atas pelayanan pengurus Masjid Istiqlal,” kata Abu Hurairah Abd Salam menambahkan.

Saat kunjungan ke Masjid Istiqlal juga Raja Salman memberikan kain kiswah, penutup Ka’bah, sebagai cendera mata untuk Masjid kebanggan orang Indonesia itu.

Kunjungan Raja Arab Saudi ini merupakan kali kedua setelah puluhan tahun. Sebelumnya pada tahun 1970, Raja Arab yang kala itu dipimpin oleh Raja Faisal pernah mengunjungi Indonesia. Saat itu Indonesia dalam masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Wah, sungguh menakjubkan ya. Bagaimana menurutmu?

Kisah Wanita Bukan Muslimah tapi Hafal Al Qur'an Hingga Kitab-Kitab Lainya?????


Ilustrasi via pexels.com

Alkisah sebuah pesawat terbang melintasi daratan Afrika. Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy, disebelahnya ada seorang ibu tua berpakaian dengan penutup semisal jilbab. Usia ibu itu berkisar antara 65 atau 70 tahun. Sepanjang perjalanan, terjadi dialog diantara kedunya. Ibu itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi?” tanya ibu itu.

“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman,” jawab habib.

“Dimana asal Anda?”

“Saya berasal dari Indonesia,” jawab habib.

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, ibu itu kemudian mengubah percakapannya menggunakan bahasa Indonesia. Padahal dari logatnya, habib nampaknya mengetahui jika ibu itu orang Jerman.

“Adik di Indonesia dimana?” tanya ibu itu melanjutkan.

“Saya di Jawa”.

Sejalan dengan waktu, perbincangan ibu itu mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama. Ia mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dengan indah dan mahirnya. Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an dan bertanya,

“Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”

“Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal.”

Tidak sampai disitu saja, ibu itu melanjutkan pembicaraannya.

“Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala.”

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal,” tutur ibu itu mengenai pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

“Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya. Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala.”

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya ibu itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba menguji kebenaran perkataannya. Apakah benar ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabun nuzul dan qaul Ibnu Abbas?

Baca Juga: Niatnya Ingin Mempermalukan Pemuda Muslim, 1 Gereja ini Malah Menjadi Mualaf Seketika

Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar ibu itu hafal Al Qur’an, bahkan ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram ibu itu pun menjabarkannya dengan cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin, ibu itu menyebutkan sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.

Dan lagi, saat ibu itu menjelaskan masalah psikologi hati berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub. Kembali Habib dibuat heran oleh ibu itu. Menurutnya–sejauh ini selain gurunya–Habib belum pernah menemukan orang sekaliber ibu tersebut yang duduk tepat di sampingnya.

Tak lama, pesawat yang ditumpangi habib dan ibu itu landing. Saat pesawat itu sudah benar-benar berhenti, para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya untuk menuruni pesawat. Begitu pula ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal, habib mencoba membantu mengambilkan tas ibu itu dan menurunkan tiga tas lainnya ke lantai pesawat.

Subhanallah. Ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tasnya, seutas seutas kalung yang bertanda palang salib nampak terlihat.

Seperti petir menyambar di siang bolong, Habib Quraisy menunduk dengan lemah. Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan, “Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.

Akhirnya keduanya bertemu. Kepada Habib Quraisy, ibu itu menjelaskan, “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen? Karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, ini adalah pemberian almarhumah ibu saya.”

Ibu itu pun mengatakan bahwa ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu dan juga Islam. Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di balik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad Saw.

“Ibu apa agamanya sekarang?” tanya habib.

“Saya tidak beragama.”

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel ustadzah haji”. karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

“Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah,” jawab ibu itu.

Kisah anak Berbhakti yang Mengharukan, Dengan Uang Seadanya ingin Belikan Baju untuk Ibunya

Habib Quraisy sempat menetaskan air mata bersyukur kepada Allah Swt, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya, belum Allah izinkan untuk beriman kepada-Nya. Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi seorang yang muslim.

Ibu itu bernama Ann Marie Schimmel, ahli terkemuka dalam literatur Islam dan mistisisme (tasawuf), berkebangsaan Jerman. Ann mengajar di 3 Universitas terkemuka di 3 negara berbeda. Ann dikenal memiliki ingatan fotografis. Wafat tahun 2003 di usia 80 thn. []

Berhati-hatilah, Karena Lidah Itu Senapan, Maka yang Terlontar Adalah Peluru!


Ada yang bilang mulutmu itu harimaumu, dan yang terjadi memang ialah karena alasan lidah tak bertulang yang membuat ia mudah bergerak dan mengucapkan kata-kata. Mulai dari sebuah lantunan bacaan Al-Qur'an, ucapan yang bermakna, sampai celaan yang membuat luka.

Baca juga : Cinta itu Makanan Jiwa, Entah Halal atau Haram, Kamu yang Menentukan!

Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali kepada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia mau." (HR. Bukhari-Muslim).

Betapa banyak orang yang sukses dan disegani karena menjadi pembicara ataupun motivator. Sebaliknya, tak sedikit yang mengalami masalah besar lantaran perkataan yang keluar dari mulutnya sering sembarangan.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim harus berhati-hati sebelum berkata. Beberapa hal di bawah ini perlu kamu perhatikan sebelum menumpahkan kata-kata kepada orang lain.

1. Tidak Berkata Keji dan Mencela


Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat, dan berkata-kata keji." (HR Tirmidzi).

Hadits di atas cukup menjadi pengingat bagi kita untuk tidak membiasakan berkata keji. Belum tentu kamu lebih baik daripada orang yang kamu cela. Bisa jadi ia yang kamu cela lebih pantas menghuni surga dibandingkan kamu.


2. Pikir Dahulu Sebelum Berbicara


Sekali kata-kata buruk keluar dan menyakiti orang lain, maka kamu tidak bisa mencabutnya. Bahkan ada beberapa orang yang sulit mengikhlaskan sakit hatinya meskipun kamu sudah meminta maaf. Oleh karena itu berpikir sebelum berbicara sangat penting. Pikirkan dahulu apakah perkataanmu benar atau salah. Jika benar pikirkan juga apakah menyakiti orang lain atau tidak.

Meskipun kamu mendapat informasi yang benar sekalipun, kamu tak pantas menyampaikan semua yang kamu dengar. Kamu harus memilah mana yang pantas dikatakan dan mana yang tidak pantas dikatakan. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar." (HR. Muslim).

3. Sekali Bohong Akan Selalu Bohong


Jika kamu sekali berbohong, maka kamu akan melakukan kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupi kebohonganmu yang pertama. Kamu seakan masuk ke dalam lingkaran kebohongan dan semakin sulit keluar darinya. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari kebohongan. Pegang teguh kejujuran meskipun itu pahit dan tidak mudah.

4. Jangan Debat Kusir


Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya." (HR Abu Daud).


Baca juga : Wahai Wanita, Jangan Menjual Rambutmu Sembarangan, Ini Akibatnya Jika Kamu Tahu!

Debat kusir adalah debat yang tidak memberikan manfaat. Menang tidak mendapatkan apa-apa dan kalah hanya akan sakit hati. Jika ada orang yang mengajakmu berdebat segeralah menghindar. Adab berbicara ini juga berlaku di sosial media. Jangan asal update status dan share informasi yang belum terbukti kebenarannya.

5. Hindari Ghibah


Kamu sudah sering mendengar bahwa membicarakan aib saudaramu sama saja dengan memakan bangkai saudaramu sendiri. Tentu kamu tidak akan suka memakan bangkai saudaramu. Oleh karena itu hindarilah ghibah. Biasanya kaum hawa yang paling banyak melakukan ghibah.

Jika memang kamu kesulitan menghindar dari pembicaraan yang demikian, hindarilah lingkungan yang suka membicarakan aib orang lain. Hindari juga menonton acara infotainment yang membicarakan keburukan artis. Selain menumpuk catatan dosa, kamu hanya membuang waktu menonton acara yang tidak bermanfaat.

Menjadi sebuah kesimpulan, seseorang yang ingin hidup dengan damai hanya karena sebuah ucapan. Maka jagalah lidah, jaga hati dan pikiran pula. Sehingga apapun yang dilakukan semata-mata hanya mengharap ridha dari Allah SWT agar semua berjalan dengan baik dan kita semua digolongkan ke dalam orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.

Cinta itu Makanan Jiwa, Entah Halal atau Haram, Kamu yang Menentukan!


Apa yang seseorang ketahui tentang cinta? Mungkin bagi banyak orang, cinta merupakan ketertarikan antara satu individu dengan yang lain, dimana pada akhirnya mereka akan saling membutuhkan dan terikat untuk tetap bersama. Seperti roti lapis dengan isian coklat didalamnya bukan? Sangat lengket.

Baca juga : Wahai Wanita, Jangan Menjual Rambutmu Sembarangan, Ini Akibatnya Jika Kamu Tahu!

Benar, cinta itu seperti makanan yang diperlukan saat kita lapar. Menolak makanan yang enak, segar, dan sehat adalah sebuah penyiksaan dan menzalimi diri sendiri. Mengambil makanan yang kotor, busuk, dan mendatangkan penyakit serta mudharat juga sesuatu yang boleh mengundang murkaNya. Ketika seseorang memiliki keinginan untuk makan itu, makan ini, apakah dia salah? Lihatlah, keinginan itu tidak salah, yang salah adalah ketika bagaimana dia mengekspresikan keinginannya.

Jika dengan cara dia memasak sendiri, atau mencari uang lewat pekerjaan yang halal untuk membeli makanan itu, atau mengusahakan sendiri dengan bercucuk tanam dan seumpamanya, itu sesuatu yang sangat mulia, bahkan Dia redhai dengan ganjaran yang sungguh luar biasa. Tapi, jika ia mendapatkannya dengan mencuri, atau melakukan kerja-kerja yang haram, dia sedang mengundang murka Allah terhadap dirinya.

Demikianlah cinta, saat jiwa lapar, cinta itu datang layaknya sebuah makanan, dan saat ini, iman, emosi, dan akal akan saling beradu memain peran, mereka berargumen dan saling menejelaskan satu sama lain tentang jalan terbaik untuk mendapatkan 'makanan' itu.

Lihatlah apa yang kuat, ia lah yang menang.


Bila yang kotor yang menang, maka kotorlah nilai cinta itu, bila yang suci yang menang, maka sucilah nilai cinta itu. Perasaan dan keinginan tidak salah, yang salah adalah reaksi dan respon kita terhadap perasaan dan keinginan itu.

HARAM, apakah ia menginginkan sebuah perzinaan dan hanya cinta semu sebagai pemuas nafsu.

HALAL, jika seseorang itu meyakini untuk hubungan ke arah pernikahan dan menjauhi zina sebelum terikat di hadapan Allah SWT?

Satu hal yang kita tahu, tak semua makanan yang kita inginkan akan kita dapatkan, walaupun keinginan itu benar-benar wujud dan kuat. Cinta, tidak salah, jalan-jalan mendapatkan cinta, itulah yang menentukan ia salah atau benar, ia mengundang redha atau murka Allah.

Semoga kita mengelola 'cinta' dengan acuan yang sudah Dia sediakan lewat risalah-Nya.


Oh ya, jangan menyiksa diri ketika kau tak mendapatkan makanan yang kau inginkan, masih banyak makanan yang halal dan boleh kau dapatkan dengan jalan yang halal. Jangan sampai kau dapatkan yang haram atau dengan jalan yang haram hanya kerana ingin menghilangkan rasa laparmu, demi memenuhi keinginanmu terhadap makanan itu.


Baca juga : Yuk Berhijab Cantik A la Selebgram Nesa Aqila, "Gausah Takut Tua Karena Hijab!"

Untuk apa kau kenyang sedang murka Allah menyertaimu? Pilihlah untuk kenyang dengan ridha-Nya. Hidupmu akan berkah dan selalu dalam naungan rahmat-Nya. Makanlah makanan itu dengan ikhlas sekalipun jika ia bukan makanan yang kau inginkan, ia tetap bisa mengenyangkanmu, yang penting Dia redha dan tidak murka kepadamu, itulah yang lebih nikmat melebihi apapun.

Namun, jika kau diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mendapatkan makanan itu, sesukar apapun, semahal apapun, sajauh manapun ia berada, silahkan, kau berhak memenuhi keinginanmu, asal kau pilih dan jaga jalan-jalan dan haluan yang ingin kau gunakan untuk mendapatkannya, jangan sampai menghilangkan barokah dan mengundang murka-Nya pula.

Wahai Wanita, Jangan Menjual Rambutmu Sembarangan, Ini Akibatnya Jika Kamu Tahu!


Rambut merupakan mahkota manusia yang mampu membuat seseorang menjadi terlihat lebih segar dan masuk ke dalam salah satu aurat yang wajib ditutupi bagi kaum wanita. Mulai dari rambut yang pendek hingga panjang, rambut tersebut bisa diatur sedemikian rupa agar terlihat indah. Namun jika dirasa cukup mengganggu, bisa saja dipotong dengan membawanya ke salon terdekat.

Baca juga : Yuk Berhijab Cantik A la Selebgram Nesa Aqila, "Gausah Takut Tua Karena Hijab!"

Setelah potong rambut di salon, kemana kah bekas rambut yang dipotong tersebut? Mungkin ada sebagai bagian dari kita yang membawa bekas rambut tersebut dan ada juga yang meninggalkannya di salon tersebut. Kemanakah bekas potongan rambut yang tidak dibawa pemilik itu? Apakah dijual? Atau dibuang?

Lalu kalau dijual bagaimana hukumnya dalam Islam?


ولا يجوز بيع شعور الإنسان، ولا الانتفاع بها؛ لأن الآدمي مكرم لا مبتذل، فلا يجوز أن يكون شيء من أجزائه مهانًا ومبتذلاً

Tidak boleh memperdagangkan rambut manusia, atau memanfaatkannya. Karena manusia itu dimuliakan dan tidak boleh dihinakan. Karena itu, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang dihinakan atau diremehkan,” (al-Inayah Syarh al-Hidayah, 9/136).

Kemudian dalam Syarh Mukhtashar Khalil—kitab Madzhab Maliki—dinyatakan,

تنبيه: سئل مالك عن بيع الشعر الذي يحلق من رؤوس الناس؟ فكرهه

Catatan, Imam Malik ditanya tentang hukum menjual rambut hasil cukur seseorang? Dan beliau membencinya. (Syarh Mukhtashar Khalil, 1/83).

An-Nawawi dalam al-Majmu’—syafi’iyah—mengatakan,

ما لا يجوز بيعه متصلاً لا يجوز بيعه منفصلاً، كشعر الآدمي

Sesuatu yang tidak boleh dijual ketika masih menempel, juga tidak boleh dijual setelah terpisah, seperti rambut. (alMajmu’ Syarh Muhadzab, 9/254).


Baca juga : Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!

Kemudian al-Buhuti dalam Kasyaf al-Qana’—kitab hambali—mengatakan,

ولا يجوز استعمال شعر الآدمي مع الحكم بطهارته لحرمته، أي احترامه

Tidak boleh memanfaatkan rambut manusia, meskipun statusnya suci. Karena manusia itu mulia. (Kasyaf al-Qana’, 1/57). Allahu a’lam.

Oleh karena itulah, ada baiknya untuk tak memperjual belikan rambut manusia, atau misalnya saja yang biasa diberikan alasan untuk membuat wig menjadi lebih natural dan lembut dengan rambut asli. Semoga kita selalu diberikan ampunan oleh Allah SWt, sehingga menjadi orang yang sadar akan nikmat dari-Nya dan menjaga diri dari hal-hal yang bisa menimbulkan dosa.

Yuk Berhijab Cantik A la Selebgram Nesa Aqila, "Gausah Takut Tua Karena Hijab!"


Sebagai umat muslim yang dianjurkan untuk menutup auratnya agar tak menimbulkan keburukan dari godaan setan, maka salah satu anjuran bagi setiap wanita muslim untuk menutup aurat mereka dari atas kepala hingga ujung kaki, terkecuali bagian-bagian yang tidak apa-apa untuk dibuka.

Baca juga : Hendak Rujuk Namun Ragu Bagaimana Pandangan Islam? Simak Ini Baik-baik!

Semakin berkembangnya zaman, dulu cara menutup aurat yang dianggap sangat kuno dan tak bisa masuk dalam mode fashion, ternyata sudah dijawab di era sekarang ini yang membuat bentuk penutup aurat, atau yang biasa dikenal dengan busana muslim dan hijab, menjadi semakin berwarna.

Di Indonesia sendiri juga sudah mulai banyak yang memutuskan untuk mengenakan jilbab setiap hari. Meski sudah ada niatan, namun beberapa muslimah lainnya ada yang masih merasa takut atau khawatir mengenakan jilbab.

Padahal mengenakan jilbab sesungguhnya bukan batasan atau pun penghalang. Menurut selebgram Nesa Aqila, tak perlu khawatir untuk memakai jilbab di usia muda. Nesa menekankan, perasaan takut atau khawatir terlihat kuno dan aneh saat memakai jilbab bukan menjadi alasan. Pasalnya, kini sudah banyak sumber yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam berbusana.

Senada juga diungkapkan oleh desainer busana muslim Jenahara Nasution. Menurutnya, penting untuk meyakinkan diri dalam mengenakan hijab agar tetap istiqamah ke depannya.


Baca juga : Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!

Menurut aku, jangan takut pakai hijab tetapi yang penting harus yakin dulu jangan sampai hari ini pakai, next day buka. Makanya mengerti dulu kenapa aku harus pakai hijab, mengerti value-value ke depannya agar lebih istiqamah,” saran Jenahara melalui akun YouTube pribadinya.

Perihal gaya busana dan hijab yang diaplikasikan, memang banyak hijabers pemula yang merasa kesulitan dan kebingungan dalam memadumadankan gaya. Nesa Aqila juga menyarankan agar mereka bisa memperbanyak teman yang sudah mengenakan jilbab.

So, jangan takut terlihat kuno dan tua saat mengenakan hijab. Justeru dengan tatanan yang apik dan islami akan memancarkan keindahan dan kecantikan yang luar biasa dari luar dan dari dalam dirimu. Ayo berubah menjadi lebih baik.

Hendak Rujuk Namun Ragu Bagaimana Pandangan Islam? Simak Ini Baik-baik!


Menjadi pasangan suami istri, selain membutuhkan kesiapan mental dan materi yang cukup, juga haruslah menyiapkan tiang pendirian yang kokoh untuk diniatkan bersama hingga maut memisahkan. Karena bukan hanya menyatukan dua hati dan insan manusia saja, namun juga dua keluarga besar yang sebelumnya saling tak mengetahui satu sama lain.

Baca juga : Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!

Namun begitu masih banyak orang yang melakukan hal tersebut dengan dalih sudah tak tahan dengan perilaku yang lain. Sudah banyak yang berpisah dan meninggalkan luka dan amarah, sehingga setiap kali ditanya tentang si dia yang telah jauh, maka yang ada tinggal kenangan pahit saja.

Perceraian adalah sebuah tingkah laku seorang suami istri yang dibolehkan namun sangat dibenci oleh Allah Swt. Namun pada persoalan perceraian ini ada solusi untuk memperbaikinya, yaitu dengan cara rujuk. Tapi bagaimanakah tata cara rujuk yang benar?

Rujuk tidak ada aturan harus didepan penghulu, tidak pula diharuskan ada dua orang saksi, akan tetapi disunahkan mengdatangkan saksi ketika rujuk, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً) سورة الطلاق: 2)

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.” SQ. At-Talaq: 2.


Baca juga : Apakah Allah Membenciku, Sehingga Wajahku Buruk Rupa?

Sang isteri pun jika ingin dirujuk tidak harus ada di rumah sang suami, bisa juga diluar rumah atau pun di rumah keluarga sang isteri.

Karena itu, jika Anda telah mengatakan kepada isteri Anda, engkau saya rujuk, maka rujuknya dianggap sah, maka dia menjadi isteri Anda kembali. Kecuali jika talaknya berdasarkan imbalan, yaitu dia membayar sejumlah uang tertentu kepada Anda, atau dia tidak menuntut harta yang menjadi haknya dari Anda, maka itu dianggap khulu’, atau talaq ba’in, maka dia tidak dapat kembali kepada Anda kecuali dengan akad baru dan mahar baru.

Ingin Cantik Tak Perlu Sakit dan Mahal, Cara Mudah Ini Jawabannya!


Siapa sih yang tak ingin cantik? Semua orang khususnya wanita ingin agar wajah dan tubuh mereka terlihat molek dengabn paras yang rupawan. Namun, banyak sekali orang di era sekarang ini yang menginginkan kecantikan dengan jalan yang cukup menantang. Seperti misalnya saja diet ketat, permak wajah, hingga yang paling mengerikan adalah melakukan operasi plastik.

Padahal Islam telah menunjukkan cara yang mudah lho untuk tetap mempunyai paras cantik nan apik. Bagaimana caranya?

Baca juga : Apakah Allah Membenciku, Sehingga Wajahku Buruk Rupa?

Islam memandang bahwa wanita dikatakan cantik bukan karena parasnya yang ayu. Bukan juga wajah putihnya yang bersinar menyilaukan mata. Karena kecantikan yang dilihat secara fisik hanya akan bertahan sementara. Dan itu hanyalah kecantikan dunia yang fana.

Cantik bukanlah berasal dari luar, melainkan dari dalam jiwa. Kecantikan tersebut akan terpancar pada saat wanita muslim melakukan ibadah berikut. Apa saja ibadah tersebut?

1. Dzikir


Dzikir adalah kegiatan mengingat Allah SWT dengan lafadz-lafadz. Tidak dipungkiri bahwa ibadah ini akan memunculkan ketenangan jiwa. Hal ini pun sudah dijelaskan dalam Alquran. Bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan terasa tentram.

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” . (QS. Ar Ra’d : 28)

2. Wudhu


Wudhu adalah langkah pertama dalam melakukan ibadah. Dengan berwudhu maka tubuh akan terbebas dari kotoran dan juga najis yang tak terlihat oleh mata. Tak hanya itu, dalam segi kesehatan banyak penelitian yang membuktikan bahwa wudhu memiliki banyak manfaat. Pada hari kiamat nanti  Nabi Muhammad bisa mengenali umatnya karena ada bekas wudhu.

Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“ (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Puasa


Jika kaum barat mengenal istilah diet dalam kehidupannya, maka islam telah mengenal istilah serupa dengan sebutan puasa. Bedanya, puasa merupakan suatu ibadah yang bernilai pahala. Dan puasa berkali-kali lebih baik dari diet, selain menyehatkan badan puasa juga bisa menjadi penangkal diri dari nafsu dan syahwat, serta amarah dan mengendalikan emosi.

4. Salat Tahajud


Saat sebagian orang tertidur pulas dan seorang muslim bersujud dalam tahajudnya, maka saat itu Allah swt membuat wajahnya berseri-seri.

Barangsiapa banyak mengerjakan shalat di malam hari, wajahnya akan berseri di pagi hari” . (HR. Ibnu Majah)


Baca juga : Bagaimana Kita Hanya Duduk Diam, Sementara Semua Terus Berlalu, Sadarkah?

5. Zakat dan Sedekah


Zakat dan sedekah sama dengan mengeluarkan harta kita untuk orang lain. Hal ini menghindarkan muslimah dari kecintaannya terhadap duniawi. Orang yang cinta dunia akan lebih cepat stres memikirkan apa yang bisa dibeli lagi, bagaimana menyimpan uang agar menjadi banyak, memikirkan barang-barang milik tetangga yang harganya lebih mahal.

Keseluruhan rangkaian ibadah tersebut jika dilakukan akan memberikan kecantikan yang hakiki pada jiwa seorang wanita muslim. Sehingga bukan hanya cantik dari luar saja, namun karena memperbaiki diri dari dalam yang membuat kecantikan menjadi terpancar kuat dan indah lewat sebuah ketulusan.

Apakah Allah Membenciku, Sehingga Wajahku Buruk Rupa?


Pernah aku membayangkan, bagaimana jika wajahku sangatlah rupawan dan mampu memikat hati banyak orang. Layaknya public figure yang berlalu-lalang di kaca televisi, dimana banyak orang yang akan menoleh dua kali padaku berkat pesona wajahku.

Bukan untuk pamer tentu saja, namun terkadang menjadi sebuah pertanyaan, mengapa mereka yang terlihat rupawan bisa sampai seakan sempurana meskipun tertidur dengan mulut menganga sekalipun? "Apakah mungkin Tuhan tengah tersenyum saat menciptakan mereka?"

Baca juga : Bagaimana Kita Hanya Duduk Diam, Sementara Semua Terus Berlalu, Sadarkah?

"Atau hanya saja nasibku yang mempunyai wajah tak serupawan mereka, serta apakah Allah membenciku?"

Mungkin bagi sebagian orang yang merasa dirinya tak sebegitu cantik atau tampan, ketahuilah terlebih dahulu bahwa rupawan atau sebaliknya sama seperti sehat dan sakit, kaya dan miskin, sukses dan gagal, semua itu adalah rizki dari Allah kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan hikmah, rahmat dan karunia-Nya.

Semua bentuk pemberian Allah tersebut bukan berarti menjadi bukti cinta Allah kepadanya, begitu juga sebaliknya, yaitu; tidak berarti yang tidak diberi menunjukkan bahwa Allah benci dan murka kepadanya. Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman:

( فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِي * وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِي * كَلا بَل لا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ * وَلا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ * وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلا لَمًّا * وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا ) الفجر/15-20 .

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.


Baca juga : Karena Sabar Itu Marah yang Tertunda, Maka Mengalahlah

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS. Al Fajr: 15-20).

Oleh karenanya, kita patut bersyukur dengan segala apa yang Allah berikan tanpa syarat apapun. Jadi, masihkah kita meragukan apa yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita semua? Ingatlah bahwa nikmat Tuhan manakah yang bisa kita dustakan, tidak ada bukan?

Semoga kita menjadi seseorang yang beriman dari hari ke hari dan selalu bersyukur setiap saat.

Karena Meskipun Mewah, Dapurmu Tak Seindah Milik Rasulullah


Zaman dahulu dan sekarang yang jelas berbeda, dimana sekarang teknologi sudah maju dan banyak benda canggih nan apik untuk pelengkap rumah. Mulai dari televisi yang mengisi ruang keluarga, kamar tidur yang lengkap dengan teknologi masa kini, sampai dapur yang rapi dengan peralatan memasak yang memadai.

Lantas mengapa dapur kita bisa jadi tak seindah dapur Rasulullah?


Dalam sebuah buku yang berjudul ‘The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History’, karya Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad ﷺ sebagai tokoh nomor satu yang paling berpengaruh sepanjang sejarah.


Baca juga : Karena Orang Tua Kita Tak Bertambah Muda, Jangan Biarkan Hati Mereka Hampa!

Dialah Muhammad SAW, satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa. Baik dalam lingkup keyakinan (agama) ataupun perihal duniawi.” kata Michael Hart dalam bukunya.

Rasulullah ﷺ adalah sebaik-baiknya tauladan manusia dalam mengarungi lautan kehidupan yang fana ini. Dan kemuliaan kekasih Allah tersebut tercermin dari sifatnya yang senantiasa menampilkan kesederhanaan.

Pada suatu kisah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ hanya tidur beralaskan daun kurma, tubuhnya berbaring di tempat tidur yang tidak mewah sedikitpun. Bahkan dalam beberapa waktu, dapur Rasulullah ﷺ sering kali tidak pernah terlihat ‘mengepul’ asap. Dan gambaran rumah Rasulullah SAW tersebut tergambar dalam hadits berikut ini.

Abu Hurairah menuturkan, “Adakalanya sampai berbulan-bulan berlalu, namun di rumah Rasulullah tidak ada satupun lampu yang menyala, dapurnya pun tidak mengepul. Jika ada minyak, maka beliau jadikan sebagai makanan. Seringkali beliau tidur malam sedang keluarganya bolik-balik di atas tempat pembaringan karena kelaparan, tidak ada makan malam. Makanan mereka biasanya hanya roti yang terbuat dari gandum yang kasar.” (HR. Tarmidzi).

Dalam riwayat lainnya, Aisyah radhiallahu anha menuturkan, “Sering kali kami melewati masa hingga 40 hari, sedang di rumah kami tidak pernah ada lampu yang menyala dan dapur kami tidak pernah mengepul. Maka orang yang mendengarnya bertanya, ‘Jadi apa yang kalian makan untuk bertahan hidup?’ Aisyah menjawab, “Kurma dan air saja, itu pun jika dapat.”(HR. Ahmad).

Bahkan pada suatu ketika Rasulullah SAW pernah menahan rasa laparnya yang teramat kuat dengan sebuah batu yang diikatkan pada perutnya sebagai pengganjal.


Baca juga : Sering Tertimpa Hal Ini Saat Terburu-buru? Salah Sendiri Berteman dengan Setan!

Ibnu Bujair berkata, “Pada suatu hari Rasulullah pernah merasa sangat lapar. Lalu beliau mengambil batu dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau bersabda, ‘Betapa banyak orang yang memilih makanan yang lembut di dunia ini kelak dia akan menjadi lapar dan telanjang pada hari kiamat!.”

Dan alasan kesderhanaan Nabi Muhammad SAW tersebut hanyalah untuk kepentingan umatnya yang pertama. Bukan tidak mampu beliau mencukupi segala kebutuhannya dengan hal mewah Rasulullah ﷺ adalah pedagang yang ulung- namun segala yang Rasulullah ﷺ miliki semata-mata diutamakan hanya untuk kepentingan umatnya.

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi, Ummul mukminin menuturkan, “Rasulullah tidak pernah kenyang tiga hari berturut-turut. Sebenarnya jika kita mau, kita bisa kenyang, akan tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang lapar daripada dirinya sendiri.

Oleh karena itu, kesimpulan yang bisa diambil adalah, sudah bersyukurkah kita hari ini ketika hendak masuk ke dapur dan mengambil makanan? Sudah ingatkah kita kepada Sang Pemberi rezeki yang akan kita makan? Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi hari ini, esok, dan nanti.

Niatnya Ingin Mempermalukan Pemuda Muslim, 1 Gereja ini Malah Menjadi Mualaf Seketika


santegidio.org

Ini adalah sebuah kisah nyata seorang pemuda muslim yang tinggal di Amerika. Memang kisah sudah lama, yaitu 22 Februari 2006 yang telah lalu. Namun cerita ini sungguh bisa membuka hati kita yang terkadang masih ragu dan punya banyak pertanyaan.

Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini merupakan salah seorang manusia yang diberi nikmat oleh Alloh berupa ilmu tentang agama Islam, bahkan ia mampu mendalaminya. Selain sebagai seorang pelajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka akrab. Keakraban pemuda Arab itu dengan seorang Nasrani dilandasi harapan semoga Allah memberinya hidayah untuk masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika, dan melintas di depan sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Si Nasrani akan memasuki gereja tersebut, dan meminta agar pemuda Arab itu turut masuk ke dalam gereja. Semula pemuda Arab tersebut keberatan dengan permintaan temannya itu, namun karena ia terus didesak, akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaan si Nasrani itu. Lalu masuklah ia ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta gereja itu masuk, para hadirin serentak berdiri untuk memberikan penghormatan. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika memandang para hadirin.

Ia pun berkata : “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku berharap ia keluar dari sini.”

Pemuda Arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.

Hingga akhirnya pendeta itu berkata : “Aku minta ia keluar dari sini dan aku akan menjamin keselamatannya.”

Baca Juga: Usiamu 20-an? Ini Nasehat-Nasehat Menampar dari Cak Nun yang Bakal Bikin Kamu Sadar

Barulah pemuda Arab itu beranjak keluar. Di ambang pintu, ia bertanya kepada si Pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim?”

Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”

Kemudian ia hendak beranjak keluar. Namun si Pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Tujuannya untuk memojokkan dan mempermalukan pemuda tersebut, sekaligus mengokohkan agama dan gerejanya.

Si Pendeta berkata, “Aku akan membiarkan anda keluar dari tempat suci ini setelah aku mengajukan kepada anda 22 pertanyaan, dan anda harus menjawabnya dengan tepat”

Sang pemuda Arab tersebut tersenyum dan berkata, “Silahkan!”

Sang Pendeta pun mulai bertanya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal:
  1. Sebutkan satu yang tidak akan ada duanya,
  2. Dua yang tidak akan ada tiganya,
  3. Tiga yang tidak akan ada empatnya,
  4. Empat yang tidak akan ada yang limanya,
  5. Lima yang tidak akan ada enamnya,
  6. Enam yang tidak akan ada tujuhnya,
  7. Tujuh yang tidak akan ada delapannya,
  8. Delapan yang tidak akan ada sembilannya,
  9. Sembilan yang tidak akan ada sepuluhnya,
  10. Sesuatu yang bernilai sepuluh,
  11. Sebelas yang tidak akan ada dua belasnya,
  12. Dua belas yang tidak akan ada tiga belasnya,
  13. Tiga belas yang tidak akan ada empat belasnya,
  14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
  15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
  16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke surga?
  17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Alloh namun Dia mencelanya?
  18. Sebutkan makhluk yang diciptakan Alloh dengan tanpa ayah dan ibu!
  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang di’adzab dengan api dan siapakan yang terpelihara dari api?
  20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang di’adzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
  21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Alloh dan dianggap besar!
  22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah sinaran matahari?
Baca Juga: Kisah Ibu yang Digugat Anaknya Rp 1,8 Milliar, Itulah Bahaya Riba yang Sesungguhnya

Mendengar pertanyaan yang aneh dan dibuat-buat tersebut pemuda itu pun tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Alloh. Setelah membaca bismillah ia berkata:


  1. Satu yang tidak mungkin ada duanya ialah Allah
  2. Dua yang tidak mungkin ada tiganya ialah malam dan siang. Alloh berfirman: “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Surat Al Isra’, ayat 12)
  3. Tiga yang tidak mungkin ada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan perahu, membunuh seorang anak kecil, dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh. (Surat Al Kahfi, ayat 71-82).
  4. Empat yang tidak mungkin ada limanya adalah empat kitab samawi: Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
  5. Lima yang tidak mungkin ada enamnya ialah shalat lima waktu.
  6. Enam yang tidak mungkin ada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Alloh menciptakan makhluk.
  7. Tujuh yang tidak mungkin ada delapannya ialah langit yang berjumlah tujuh lapisan. Alloh berfirman:“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis…” (Surat Al Mulk, ayat 3).
  8. Delapan yang tidak mungkin ada sembilannya ialah malaikat pemikul ‘Arsy Ar-Rahman.Alloh berfirman:“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas kepala mereka.” (Surat Al Haaqah, ayat 17).
  9. Sembilan yang tidak ada sepuluhnya adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa AS : Tongkat, Tangan yang bercahaya, Angin topan, Musim Paceklik, Katak, Darah, Kutu dan Belalang
  10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh adalah kebaikan, Alloh SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al An’am : 160)
  11. Sebelas yang tiada dua belasnya adalah saudara-saudara Yusuf.
  12. Dua Belas yang tiada tiga belasnya adalah Mukjizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Alloh : “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu. ”  Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (al Baqoroh : 60)
  13. Tiga Belas yang tiada empat belasnya adalah jumlah Saudara Yusuf ditambah ayah dan ibunya.
  14. Adapun yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu subuh.  alloh SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At Takwir : 18)
  15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
  16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan srigala.”  Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, “Tak ada cercaan terhadap kalian”  Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “aku akan memohonkan ampun kepada Rabbku.  sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
  17. Sesuatu yang diciptakan alloh namun tidak Dia sukai adlaha suara keledai.  Alloh SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jeleknya suara adalah suara keledai.” (Luqman : 19)
  18. Makhluk yang diciptakan alloh tanpa ibu dan bapak adalah Nabi adam, Malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
  19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah iblis, yang diadzab dengan api adalah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.  Alloh SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (al Anbiya)
  20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-Habul Kahfi (penghuni gua)
  21. Pemuda arab itu terus melanjutkan perkataannya.  Ia menjawab pertanyaan yang dibuat-buat dengan jawaban yang sesuai dengan firman Alloh. Walaupun pertanyaan itu sengaja dibuat hanya untuk mempermalukannya, namun pemuda itu mampu menjawabnya dengan tenang. 
  22. Hingga sampailah pada jawaban yang terakhir; Adapun pohon yang memiliki 12 ranting, mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan 2 di bawah sinaran matahari maknanya: pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.


Pendeta dan para hadirin pun merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.  Kemudian pemuda itu pun pamit ketika semua sedang terbuai dalam kekaguman terhadap jawabannya. Namun sebelum pergi, pemuda itu meminta si Pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh si Pendeta.

Pemuda ini berkata: “Apakah kunci surga itu?” Mendengar pertanyaan itu lidah si Pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya namun hasilnya nihil.  Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan ngawur kepadanya dan pemuda itu mampu menjawab semuanya.  Sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan masuk akal, namun anda tidak mampu menjawabnya!”

Pendeta tersebut berkata : “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.”

Mereka menjawab : “Kami akan menjamin keselamatan anda.  Sang Pendeta pun berkata; “Jawabannya ialah Asyhadu alla Ilaaha Illallaah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas si Pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu pun memeluk agama Islam.  Sungguh Alloh telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Kisah nyata ini diambil dari mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah melalui internet,www.gesah.net. Orang yang berakal (termasuk para pendeta), sebenarnya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad r dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat. Namun apa yang menyebabkan hati para pendeta itu masih tertutup, bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya. Semoga Alloh memberikan hidayah kepada mereka yang mau berpikir.

Sumber: arinawisnu.wordpress.com

Ketika Istri Lebih Menuruti Kehendak Orangtuanya Daripada Suami, Durhaka kah?



Sahabat, bagaimanakah hukumnya seorang istri yang lebih menaati orangtuanya daripada suaminya? Apakah bisa digolongkan sebagai istri durhaka?

Jangan terburu menghakimi, mari kita simak pembahasannya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Ketika menjelaskan hadits di atas penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu dikarenakan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan tidak mampunya istri untuk berterima kasih kepada suaminya. Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri untuk menunaikan hak suaminya karena tidak diperbolehkan bersujud kepada selain Allah.”

Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.

BACA JUGA : Inilah Alasannya Kenapa Usia Pernikahan Diawal 5 Tahunan Itu Adalah Masa Yang Berat

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu’ Fatawa 32/261).

Dengan demikian, jika ada perselisihan, maka istri wajib mendahulukan suaminya. Meskipun sebisa mungkin menyelaraskan kehendak suami dan orangtua terlebih dahulu.

Akan tetapi perlu juga kita perhatikan, apa yang menjadi poin perintah suami? Jika suami meminta sesuatu yang menyalahi aturan Islam, misalnya istri disuruh memutus silaturahim dengan keluarga da orangtua, tentu saja perintah yang semacam ini tak boleh ditaati.

Akan tetapi jika berkaitan dengan tempat tinggal, masalah keuangan, sesuatu yang semestiny bisa dibuat kesepakatan sebelum menikah, maka suda semestinya istri mendahulukan kepentingan suaminya, dan meminta pengertian pada kedua orangtuanya.

Muslimah, Beginilah Cara Sederhana Bersyukur Kepada Suami



Rasulullah telah mengabarkan bahwa wanita-wanita yang kufur pada suaminya akan menempati neraka. Naudzubillah min dzalik.


“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.”

Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.”

Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”

Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907)

Lalu bagaimana cara bersyukur pada suami? Berikut ini ada beberapa cara sederhana mensyukuri apapun yang suami berikan pada kita:

1. Setiap bangun pagi, kecuplah pipi atau kening suami dengan senyuman

Mengecup suami bukanlah pekerjaan berat. Tambahkan dengan senyuman, akan menjadi pembakar semangat pagi agar suami lebih optimis di hari itu.

BACA JUGA : Beberapa Hal Yang Sederhana Tapi Bisa Membuat Istri Merasa Dicintai

2. Setiap usai shalat, minta ridho suami dan cium tangannya

Sesungguhnya wanita yang diridhoi suaminya in syaa Allah akan masuk surga. Maka, kunci surga salah satunya ada pada tangan suami kita. Mintalah selalu keridhoannya dalam suka maupun duka.

3. Setiap suami memberikan uang bulanan atau uang tambahan belanja, beri senyum ceria dan berterimakasihlah

Jangan langsung menekuk muka dan menyembur, "Apaan nih? Sedikit amat sih Mas! Mana cukup untuk sebulan!"

Yang membuat cukup atau tidak adalah kebarokahan uang tersebut. Ketika istri menerima pemberian suami dengan ngedumel, justru makin mempersempit keberkahan. Maka bersyukur terlebih dahulu, kalau mau protes, setelah berterimakasih. Itupun dengan bahasa yang santun.

"Alhamdulillah, makasih ya Mas. Mudah-mudahan bulan depan bisa kasih uang belanja lebih banyak. Atau Mas dapat job lain yang untungnya lumayan."

Sesungguhnya kesyukuran dan doa istri akan menjadi penyemangat suami.

4. Setiap suami pulang kerja, sambut dengan ceria dan penampilan terbaik

Senyuman di ambang pintu, minuman hangat, pijatan di kaki, dan parfum di badan akan membuat suami nyama dan betah untuk pulang lebih cepat.

Demikianlah, semoga kita mampu menjadi istri yang pandai bersyukur pada Allah dan juga pada suami.

Beberapa Hal Yang Sederhana Tapi Bisa Membuat Istri Merasa Dicintai



Sebenarnya kamu cinta ngga sih Mas sama aku?

Sejujurnya saya sering mendengar pertanyaan semacam itu. Agak geli rasanya. Seorang istri menanyakan hal tersebut kepada suami yang sudah bertahun-tahun menikahi dan memberinya keturunan. Saya pun bertanya-tanya, adakah istri-istri lain yang juga mempertanyakan cinta sang suami kepadanya?

Apakah mungkin sang suami memang tidak mencintainya lagi? Tetapi bagaimana jika sang suami benar-benar mencintai istrinya dan keraguan tersebut hanyalah perasaan seorang istri yang tidak melihat tanda cinta dari suaminya?

Jika anda adalah suami yang sangat mencintai istri anda, maka bukanlah cinta yang harus dipermasalahkan. Jika anda adalah suami dari istri yang meragukan cinta anda, maka yang perlu anda lakukan adalah membuat istri anda merasa menjadi wanita yang selalu dicintai:

1.Ingat ngga sekarang tanggal berapa?

Kebanyakan wanita akan mengingat beberapa momen yang dianggap penting dalam hidupnya. Tanggal pernikahan, hari ulang tahun, hari pertama kali memiliki rumah baru, tanggal dirilisnya film favorit, dan masih banyak hari – hari penting istri yang dianggap biasa saja oleh suami.

Jika anda memiliki tipikal istri yang ingatannya tajam, cobalah untuk mendahului mengingat hari bersejarah dalam hidup istri anda.

BACA JUGA : Bisa Jadi Kiamat Sudah Sangat Dekat

Jika anda mampu mengingat satu saja dari sepuluh hari istimewa tersebut, itu akan membuatnya merasa berbunga–bunga karena anda sangat perhatian padanya. Tidak akan ada lagi keraguan akan cinta anda kepadanya.

2.Oh My God, indah sekali!

Seorang wanita sangat menyukai kejutan dan hadiah. Umumnya begitu. Hanya sebagian kecil yang memiliki karakter berbeda. Jika istri anda sangat menyukai hadiah, sesekali berikanlah hadiah atau kejutan romantis kepadanya.

Tidak peduli seberapa besar atau kecil budget yang anda keluarkan untuk menyiapkan hadiah tersebut, istri akan menerimanya dengan penuh senyuman dan terimakasih. Bahkan biasanya anda akan mendapatkan imbalan peluk dan cium atas hadiah tersebut.

3.Terimakasih atas bantuannya, Sayang…

Jangan selalu mengandalkan asisten rumah tangga untuk meringankan beban istri di rumah. Sebaliknya istri akan sangat menghargai suami yang mau ringan tangan berbagi tugas rumah yang rutin dilakukannya.

Mereka akan merasa bahwa suaminya sangat menyayangi dan memperhatikan dirinya. Karena itulah jangan sungkan untuk bertanya dan menawarkan diri untuk melakukan pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri.

Ketika melakukan tugas bersama – sama, anda sesekali dapat mengajaknya mengobrol sambil bercanda agar pekerjaan terasa menyenangkan dan suasana menjadi romantis.

4.Cemburu pertanda cinta

Kodrat wanita adalah pencemburu. Bahkan dengan ipar perempuannya, seorang istri bisa saja cemburu. Mereka cemburu karena cintanya kepada anda. Sebaliknya, mereka pun mengharapkan anda dapat menunjukkan cinta anda kepadanya dengan rasa cemburu.

Sesekali tunjukkan tanda – tanda bahwa anda cemburu terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menyita perhatian dan cintanya dari anda. Dengan begitu istri akan tau bahwa andapun menicntainya dengan sepenuh hati. Namun tetap harus dikelola rasa cemburu tersebut agar tidak cenderung over protective dan mengganggu kenyamanan serta kebebasan istri dalam berinteraksi dengan hal – hal di sekitarnya.

5.Kecupan mesra

Sebuah kecupan kecil di kening ketika hendak berangkat ke kantor, atau ketika akan tidur sesungguhnya tidaklah sulit. Bagian tersulitnya adalah membuang jauh rasa malu untuk melakukannya.

Tapi mengapa harus malu? Bukankah wanita itu adalah istri anda yang halal untuk dikecup keningnya. Jika masih sebatas kewajaran anda tidak perlu merasa malu untuk melakukannya. Istri pun tidak akan keberatan bahkan sebaliknya istri akan merasa senang dengan sikap romantis seperti itu

6. I love you too

Tidak banyak laki – laki yang mampu terus berkata “I love you” ketika telah dikaruniai banyak anak dari istrinya. Usia yang tidak lagi muda sering dijadikan alasan untuk tidak lagi berkata romantis pada istri.

Namun perlu disadari bahwa semakin lama biduk rumah tangga yang dijalani oleh setiap pasangan, jebakan rutinitas suatu saat akan menghadang di depan mereka. Jika mereka tidak berusaha mengubah rutinitas tersebut menjadi terasa lebih manis dan romantis, maka dapat dipastikan bahwa segalanya akan terasa hambar.

Cinta yang menyala di awal pernikahan akan nampak redup dan tak lagi berenergi. Sebuah ungkapan cinta ketika akan tidur dan bangun tidur dapat menjadi bukti bahwa anda tidak berhenti mencintainya.

Sederhana bukan?

Ingatlah, seorang suami mungkin ingin dihargai. Besar atau kecil setiap usaha dan barang yang diberikannya, mereka ingin diapresiasi. Lalu seorang istri ? Istri ingin merasa dicintai dan benar – benar dicintai.

Bisa Jadi Kiamat Sudah Sangat Dekat


Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sedemikian kuatnya mengkondisikan ummatnya untuk menghayati betapa hari Kiamat telah dekat. Sehingga dalam suatu khutbah beliau digambarkan ibarat seorang komandan perang yang memperingatkan pasukannya agar selalu dalam keadaan full alert alias waspada siaga satu.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلَا صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ وَيَقُولُ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ’anhu: “Adalah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bila menyampaikan khotbah mata beliau memerah, suara meninggi dan sangat marah, seakan-akan panglima perang yang sedang memperingatkan pasukannya dengan aba-aba: “Awas! Berjaga-jagalah kalian pada pagi hari dan petang harimu!” dan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku dan hari kiamat diutus (berdampingan) seperti ini.” Dan beliau menghimpun jari telunjuk dengan jari tengahnya.”(HR Muslim 4/359)

Bayangkan..! Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diriwayatkan sebagai memerah matanya, meninggi suaranya dan berkhutbah dalam keadaan sangat marah.! Sungguh persis seperti seorang komandan di tengah medan jihad yang sedang memberi arahan kepada pasukannya.

Beliau samasekali tidak ingin seorangpun pasukannya lengah dalam mengantisipasi gerak musuh. Sebab kelengahan pasukan bisa menyebabkan musuh berhasil menjebol benteng ummat dan itu berarti seluruh ummat Islam bakal terancam nyawanya. Sungguh, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sangat mematuhi arahan Allah subhaanahu wa ta’aala di dalam ayat di bawah ini:

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari itu (kiamat) sudah dekat waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)

Memang sudah sepantasnya kita ummat Islam yang hidup di zaman ini menghayati bahwa hari Kiamat sudah dekat. Mengapa? Karena bila kita ingat bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan penutup rangkaian nabi-nabi Allah subhaanahu wa ta’aala berarti kita merupakan penutup berbagai ummat.

Bila beliau dijuluki Nabi Akhir Zaman berarti kita merupakan Ummat Akhir Zaman. Dan berdasarkan hadits Ringkasan Perjalanan Sejarah Ummat Islam, kita dewasa ini sedang menjalani kehidupan di babak keempat dari lima babak yang bakal dilalui ummat Islam hingga menjelang dekatnya kedatangan hari Kiamat.

تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ثم يكون ملكا جبريا فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت (أحمد)

”Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad 37/361)

Babak pertama, yaitu babak Kenabian telah berlalu. Ia merupakan masa di mana ummat Islam –yakni para sahabat radhiyallahu ’anhum- hidup bersama Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sejak awal beliau diutus hingga berpulang ke rahmatullah.

Babak kedua, yaitu babak Kekhalifahan yang mengikuti manhaj Kenabian juga telah berlalu. Ia ditandai dengan munculnya para khulafa ar-rasyidin, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhum.

Babak ketiga, yaitu babak raja-raja yang menggigit juga telah berlalu. Ia ditandai dengan masa di mana ummat memiliki para pimpinan yang dijuluki khalifah-khalifah namun pola suksesinya menerapkan pola kerajaan alias pola oligarkhi atau sistem waris-mewarisi tahta kerajaan.

Mereka dijuluki raja-raja yang menggigit karena mereka masih ”menggigit” Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah. Babak ini berlangsung sangat lama sekitar 13 abad…! Sejak Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Ustmani Turki. Ia berakhir pada tahun 1924 atau 1342 Hijriyyah.

Semenjak babak ketiga berlalu, maka ummat Islam memasuki babak keempat, yakni babak raja-raja yang memaksakan kehendak. Babak ini belum berlalu. Kita sedang menjalani babak ini. Suatu babak yang sering disebut sebagai the darkest ages of the Islamic History.

Tanda bahwa babak ini belum berakhir ialah fakta bahwa babak kelima, yakni babak kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian belum muncul kembali. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menginformasikan kepada kita bahwa babak penuh keadilan dan kejayaan Islam tersebut pasti bakal muncul. Kapankah ia akan muncul? Wallahu a’lam bish-showwab.

Suatu hal yang pasti, kalau kita umpamakan perjalanan kelima babak perjalanan sejarah ummat Islam ini sebagai sebuah skenario film, maka ia sangat layak disebut sebagai film berjudul Akhir Zaman.

Dan kalau kita mengikuti sebuah cerita yang mengandung lima babak dan kita tahu bahwa kita sudah sampai ke babak keempat, saya kira sudah sepantasnya kita beranggapan bahwa ini bukanlah masih di awal cerita, atau di bagian pertengahannya. Namun lebih wajar dikatakan bahwa ini sudah menjelang akhir dari rangkaian cerita.

Berarti, saudaraku, tidakkah pantas kitapun mengucapkan apa yang Allah subhaanahu wa ta’aala telah firmankan di dalam Kitab-Nya.

Marilah kita jauhi sikap santai dan acuh tak acuh terhadap fenomena hidup di Akhir Zaman menjelang datangnya Kiamat. Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan keyakinan kita akan tanda-tanda menjelang datangnya Kiamat agar kita dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan skenario ilahi yang bakal insyaAllah pasti terjadi.

Semoga Allah subhaanahu wa ta’aala memasukkan kita ke dalam golongan yang tidak salah mensikapi segenap tanda demi tanda Akhir Zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.